04 November 2019 | Dilihat: 134 Kali
Event Sabang Internasional Free Diving 2019 Nyaris Makan Korban
noeh21
 

IJN - SABANG | Andriy Khvetkevych (26) Atlit asal Francis yang akan mengikuti Event SIFC (Sabang International Freediving Competation) 2019, nyaris menjadi korban di event tersebut, Sabtu, 2 November 2019. 
 
Diketahui korban mengalami dekompresi saat melakukan penyelaman di bawah laut Teluk Balohan, sekitar pukul 07.30 WIB, dan dilarikan ke General Hospital Singapura menggunakan pesawat khusus.
 
Menurut sejumlah sumber yang diterima Media Indojayanews.com, kejadian yang dialami korban saat itu, sempat membuat panik pihak panitia pelaksana karena kejadian tersebut terjadi diluar dugaan.
 
Untungnya, nyawa korban dapat diselamatkan dengan datangnya pesawat milik Unscheduled operator PT. TRI-MG Intra Asia Airlines, Type Hawker 800 XP No. Reg : PK-YGR yang membawa korban ke Singapura untuk diberi menyelamatan utama dimasukan ke chamber (chamber decompression).
 
Pesawat membawa 2 orang penumpang yaitu, dr. Naufal Anasi dan salah seorang perawat Aisyah Basri Hamid.
 
Sepanjang penerbangan, korban mendapat pendampingan dan perawatan khusus selama hampir dua jam lebih, setelah sebelumnya pesawat tersebut sempat mendarat di Bandara Kualanamu (Sumatera Utara) untuk melakukan pengisian bahan bakar, dan selanjutnya kembali mengudara menuju Singapura.
 
Setibanya, korban di Bandara Internasional Changi Air Port, Singapura, korban langsung dilarikan ke General Hospital Singapura, untuk mendapat perawatan khusus chamber. 
 
Akibat dari kejadian tersebut, muncul beragam tudingan, event Internasional Free Diving 2019 terkesan dipaksakan tanpa memperhatikan keselamatan para atlit yang diikuti 40 atlit diving dari 19 negara.
 
Seperti diketahui, event Internasional Free Diving ini, digelar dari 2 s/d 7 November 2019 yang pelaksananya dari Kementrian Pariwisata bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Aceh, dan event tersebut sudah menjadi kegiatan kelender tahunan di Sabang.
 
Menurut sumber, biasanya kondisi dekompresi ini terjadi akibat penyelam yang melanggar atau terlalu dekat pada batasan Diving table. Diving table adalah tabel yang digunakan untuk menghitung sisa nitrogen yang ada dalam tubuh anda pada saat dan setelah anda melakukan penyelaman.
 
Gelembung yang terbentuk di dalam atau di dekat sendi merupakan penyebab terduga munculnya rasa nyeri otot. Saat gelembungnya terlalu banyak, reaksi kompleks dapat terjadi di tubuh, biasanya di tulang punggung atau otak. Mati rasa, lumpuh dan gangguan fungsi otak juga bisa terjadi.
 
Namun apabila sejumlah besar dekompresi terlewati dan gelembung masuk ke aliran darah pembuluh vena, gejala kongestif di paru-paru dan syok sirkulasi dapat terjadi. Pada kondisi ini, penyelam bisa jadi pingsan dan apabila tak segera ditangani dapat berujung kematian.
 
Dekompresi biasanya terjadi tak diduga dan acak, Faktor utamanya adalah penurunan ambien tekanan, namun ada faktor risiko lain yang diketahui seperti penyelaman dalam atau panjang, air dingin, latihan keras di kedalaman dan terlalu cepat naik ke permukaan.
 
"Faktor-faktor lainnya yang diduga dapat meningkatkan risiko dekompresi namun belum cukup banyak bukti adalah obesitas, dehidrasi, latihan keras usai naik ke permukaan dan penyakit pernapasan," ujarnya.
 
Ia menambahkan, adanya faktor risiko individual, yang menyebabkan beberapa penyelam bisa mengalaminya lebih sering ketimbang yang lain padahal mereka mengikuti pelatihan selam yang sama," tulis situs Divers Alert Network.
 
Penulis : Windi
Editor    : Mhd Fahmi
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com