01 Mei 2021 | Dilihat: 2143 Kali
Gara-gara Tak Diberi Hp Main Game Chip Domino, Suami Tega Anianya Istri Hamil 2 Bulan
noeh21
Pelaku penganiayaan dimintai keterangan polisi
 

IJN - Simeulue | Gara-gara tidak diberikan Handphone oleh istrinya karena ingin main Game Judi Hings Domino Online, seorang suami di Simeulue tega menganiaya istrinya sendiri yang sedang hamil dua bulan.

Diketahui, kejadian itu terjadi disalah satu Desa di Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh.

Tak terima atas perlakuan suaminya itu, korban yang mengalami luka memar bagian paha kiri dan sakit dibagian kepala, akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Simeulue. Dengan Laporan Polisi Nomor: LP.B/15/IV/Res.1.24/ 2021/ Aceh/Simeulue, tanggal 28 April 2021.

Kapolres Simeulue AKBP, Agung Surya Prabowo, S.I.K., melalui Kasat Reskrim IPTU, Muhammad Rizal, S.E., S.H., membenarkan kejadian tersebut.

"Benar, telah terjadi kekerasan rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh tersangka yang merupakan suami korban,"kata Muhammad Rizal, Kasat Reskrim, diterima INDOJAYANEWS.COM Sabtu 1 Mei 2021.

Kasat menyebut, kejadian itu terjadi pada Rabu tanggal 28 April 2021 lalu, sekitar pukul 16.00 WIB.

"Korban dan tersangka merupakan pasangan suami-Istri sah, dan istrinya sedang hamil 2 bulan. Tersangka menganiaya istrinya lantaran kesal tidak memberikan Hp untuk main chip domino," sebut Kasat Reskrim.

Atas laporan tersebut, unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) membawa tersangka untuk dimintai keterangan dan memberikan pemahaman secara keluargaan di Desa setempat.

Kasat Reskrim menjelaskan, tidak semua kasus dilanjutkan keranah hukum, dan menimbang ada 18 perkara yang bisa dilakukan Perdamaian musyawarah secara kekeluargaan di Desa.

Bahkan, Kasat Reskrim juga meminta masyarakat sebelum membuat laporan agar terlebih dahulu diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kami penyidik dari Sat Reskrim punya batas waktu yang harus kita penuhi dan harus terbit (SPDP). Setelah menerima laporan Polisi, penyidik dari Kepolisian akan memberikan waktu atau kesempatan untuk mediasi atau dengan istilah restorative justice atau tindakan di luar pengadilan, artinya tidak menempuh jalur hukum, tidak harus dinaikan ke tahapan lebih lanjut,” jelasnya.

Ia menyebut, akan memberikan waktu untuk mediasi sebelum laporan dikirim SPDP ke Kejaksaan."Saya meminta seluruh masyarakat dan juga yang melaporkan kasus ke polisi untuk diperhatikan hal ini. Jangan karena emosi sesaat langsung melaporkan ke polisi untuk menempuh jalur hukum,"sebutnya

"Kita semua keluarga dan kita mempunyai keluarga, anak, dan istri, apa salahnya kita saling memaafkan, memaafkan itu berharga tidak ada nilanya di dunia ini, apalagi di bulan suci Ramadan di bulan penuh hikmah,”tutur Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim Muhammad Rizal menambahkan, Penerapan restorative justice juga merupakan salah satu program 100 hari kerja Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

"Saya menghimbau seluruh masyarakat khususnya di Simeulue untuk tidak melakukan aktifitas perjudian maupun judi online, karena perjudian tersebut dilarang dan melanggar Qanun syariat Islam yang sudah diterapkan di Aceh,"imbau Kasat Reskrim M. Rizal. [Red]

Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com