10 September 2020 | Dilihat: 582 Kali
GERAM Kembali Gelar Aksi, Ini 30 Tuntutan Pada Plt Gubenur Aceh
noeh21
GERAM demonstrasi di gedung depan kantor gubernur Aceh. Foto ist
 

IJN - Banda Aceh | Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Aceh Menggugat (GERAM) kembali mengelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Aceh, Kamis 10 September 2020. 

Namun kali ini GERAM menuntut 30 tuntutan dalam aksi demonstrasi dari sejumlah aktivis yang tergabung dalam GERAM memprotes sejumlah kebijakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang dinilai yang tidak pro rakyat.

Sebelumnya, aktivis GERAM juga menggelar aksi beberapa pekan lalu di depan Masjid Raya Baiturrahman, kantor DPRA dan kantor Gubernur Aceh.

Baca Juga : Inilah 12 Tuntutan GERAM Pada Pemerintah Aceh

Namun dalam aksi kali ini, aktivis GERAM kembali melakukan aksi demonstrasi dan juga memaparkan 30 ‘dosa’ Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah terhadap rakyatnya.

Adapun 30 tuntutan dosa Plt Gubernur Aceh terhadap rakyatnya diantaranya.

1. Program Gebrak Masker Aceh (GEMA).
 
2. Pemasangan stiker BBM pada mobil rakyat (SE Gubernur Aceh No.540/9186 tahun 2020)

3. Touring Moge hari damai Aceh pada Badan Reintgrasi Aceh (BRA).

4. Berulang kali mangkir dari sidang Paripurna DPR Aceh

5.Janji Insentif dan perlindungan maksimal untuk tenaga Medis.

6. Janji 10.000 paket sembako untuk rakyat Aceh di Malaysia.

7. Program 1 Juta Masker dari BTT APBA 2020.

8. Moratorium/menunda bantuan sosial untuk rakyat dari sumber dana Refocussing APBA 2020 Senilai 1,5 Triyun.

9. Skema terpadu penanggulangan Covid-19 beserta dampaknya di Aceh.

10. Menyembunyikan besaran anggaran, perencanaan dan penggunaan dana Refocussing APBA 2020.

11. Memaksakan pelaksanaan proyek Multiyears senilai 2,65 Trilyun walaupun sudah dibatalkan oleh DPRA

12. Pemangkasan besar-besaran dana hibah Dayah untuk dana Refocussing

13. Pengadaan mobil dinas mewah pejabat ratusan per-tahun yang menyalahi harga satuan regional

14. Janji hibah mobil dinas bekas ke dayah - dayah di seluruh Aceh

15. Rehab ruang kerja Sekretariat Daerah Milyaran Rupiah (Tidak Direfocussing).

16. Pelantikan Manajemen BPKS tanpa melalui tahapan seleksi terbuka.

17. Sapi Kurus Kering dan Mati pada UPTD IBI Saree

18. Pengadaan laptop mewah puluhan Milyar setiap tahunnya.

19. Pembatalan 4.100 unit rumah Dhuafa tahun 2018

20. Pembatalan 1.100 Unit rumah Dhuafa pada Baitul Mal Aceh Tahun 2019.

21. Mendirikan 7 perusahaan Sektoral Dibawah PT. Pembangunan Aceh (Forum Aceh Meusapat 1).

22. Perubahan Fortofolio pembiayan Bank Aceh dari konsumtif ke produktif pada 4 Sektor Unggulan (Forum Aceh Meusapat 1).

23.Pengembangkan Sektor Pariwisata unggulan Aceh Pulau Banyak Aceh Singkil, Danau Laut Tawar Aceh Tengah, Pulau Aceh dan Sabang

24. Putusan MA mengembalikan jabatan pada kasus pemberhentian Sepihak Ketua Majelis Adat Aceh (MAA).

25. Maraknya Praktik Oligarki, Oligopoli dan Kleptokrasi dalam tata kelola Pemerintah Aceh 2 tahun terakhir.

26. Pembukaan penerbangan langsung Banda Aceh–Port Blair Andaman.

27. Perjanjian kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) pengembangan RSUZA antara pemerintah Aceh dengan PT. PII Senilai 1,6 Trilyun tanpa persetujuan DPRA.

28. Pengadaan Barang untuk kantor KADIN Aceh Dalam APBA Perubahan 2020.

29. Tidak ada satupun usulan proyek Strategis Nasional (PSN) Aceh Yang Masuk RPJMN 2020-2024.

30. Pengembangan Proyek Strategis Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Jalan Ditempat

Aksi demonstrasi tersebut juga mendapat pengawalan dari pihak keamanan dan Satpol-PP.

Penulis: Hendria Irawan
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com