30 Sep 2021 | Dilihat: 737 Kali

IDI Aceh Kutuk Keras Aksi Penolakan Vaksinasi di Abdya, Minta Usut Tuntas!

noeh21
Ilustrasi logo Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh
      
IJN - Banda Aceh | Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh sangat menyesalkan terkait aksi penolakan vaksinasi dan pengrusakan gerai oleh para Moge Ikan di PPI Ujung Serangga, Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh, Abdya, pada Selasa (28/9) kemarin.
 
 
Dikonfirmasi INDOJAYANEWS.COM, Ketua IDI Wilayah Aceh, DR. Dr. Safrizal Rahman, M.Kes, Sp.OT mengatakan, vaksinasi Covid-19 merupakan program pemerintah dalam upaya melindungi warganya dari Covid-19 yang dikuatkan melalui peraturan Presiden no 14 tahun 2021.

"Aceh menjadi sorotan nasional karena cakupan vaksinasi Covid -19 yang rendah," kata Safrizal. Kamis 30 September 2021.

Dia menyebutkan, Tenaga kesehatan (Nakes) ikut membantu Pemerintah pada program ini, baik dalam proses screening, vaksinator, dan pengawasan pasca vaksin.
 

Dijelaskan Safrizal, Screening pada calon penerima vaksin dilakukan dengan cheklist yang telah disiapkan secara baku

"Panggilan kemanusiaan menyebabkan dokter dan tenaga kesehatan turun keluar dari tempat kerjanya, untuk menyukseskan program vaksinasi, oleh karenanya keamanan dan keselamatan mereka harus menjadi prioritas,"jelasnya.

Selain itu, Safrizal Rahman menegaskan, IDI Aceh mengutuk sikap arogansi dan meminta agar semua pihak menahan diri, termasuk tidak berkomentar hal yang menyudutkan para dokter dan tenaga kesehatan lainnya terkait program vaksinasi.

Baca Juga: Soal Penolakan Vaksinasi di Abdya, Ini Kata Polda Aceh

"Meminta peristiwa ini di usut tuntas agar kedepannya tidak menjadi pola pada kelompok masyarakat yang menolak vaksin,"tegasnya.

Ia mengaku, IDI Aceh siap membantu pemerintah dalam berperang melawan Covid-19.

Baca Juga: Gerai Vaksinasi Dihancurkan di Aceh, 10 Orang Diperiksa Polisi

"Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita semua dari wabah Covid-19 dengan ikhtiar kita selalu menerapkan Protokol Kesehatan dan melakukan vaksinasi vaksin Covid-19, "tutupnya.


Penulis: Hendria Irawan