14 Jun 2024 | Dilihat: 687 Kali
IRT di Aceh Besar Tewas Dianiaya Suami
SR (44 Tahun) Ibu Rumah Tangga (IRT) yang berprofesi sebagai penjahit baju di gampong Payatieng, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, mendapat penganiayaan berat oleh suaminya FA (50 tahun) warga Lam Hasan Kecamatan Peukan Bada. Foto. Dokumen Indojayanews
IJN - Banda Aceh | SR (44 Tahun) Ibu Rumah Tangga (IRT) yang berprofesi sebagai penjahit baju di gampong Payatieng, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, mendapat penganiayaan berat oleh suaminya FA (50 tahun) warga Lam Hasan Kecamatan Peukan Bada, Selasa 11 Juni 2024.
Akibat penganiyaan tersebut, mata sebelah kiri pecah dan berdarah akibat dipukul dengan kepalan tangan pelaku, bibir mengalami pecah dan gigi retak serta mendapat sayatan pisau dibagian leher bawah. Korban SR telah meninggal dunia di RSU Zainoel Abidin, Kamis 13 Juni 2024 sore.
Kapolresta Banda Aceh KBP Fahmi Irwan Ramli melalui Kasatreskrim Kompol Fadillah Aditya Pratama mengatakan, penganiayaan berat terjadi saat korban SR sedang berada di toko “Kak Sri Jahit dan Kustum” Gampong Payatieng Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.
"Jadi kejadiannya hari Selasa (11/6) di toko milik korban. Saat kejadian itu ada warga yang melihat dan melaporkan ke Polsek Peukan Bada. Seketika itu personel Polsek yang bertugas langsung menuju ke TKP serta melihat korban sudah berdarah dan berupaya membawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh untuk dilakukan tindakan medis,"kata Fadillah.
Sebagian personel Polsek Peukan Bada melakukan olah TKP serta mendatakan keterangan dari para saksi terkait kasus yang dialmi oleh korban SR.
Saat berada di RS Bhayangkara Polda Aceh, Kasat Reskrim menjelaskan, kondisi korban yang dinilai parah, dirujuk ke RSU Zainoel Abidin Banda Aceh guna dilakukan tindakan medis lanjutan.
“Personil Polsek Peukan Bada yang berada di TKP pada saat itu menjumpai saksi Hendra Saputra (41) yang menyatakan bahwa kakaknya (korban) sudah di aniaya oleh suaminya (pelaku) dibuktikan dengan banyaknya darah berceceran dilantai dan saksi Marliza (47) juga mengatakan bahwa pelaku (suami korban) sudah satu bulan tidak pulang kerumah terhitung dari tanggal 12 Mei - 11 Juni 2024 dikarenakan keadaan rumah tangga sedang tidak harmonis,” jelasnya.
Upaya terus dilakukan oleh personel, sehingga Kanit Intelkam Polsek Peukan Bada mencoba menghubungi nomor pelaku yang diberikan oleh saksi dan terhubung.
“Personel terus membujuk pelaku untuk menyerahkan diri. Kebetulan saat itu keberadaan pelaku FA berada di Gampong Lamgugob Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh dan disarankan agar menyerahkan diri ke Polsek terdekat yaitu Polsek Syiah Kuala, lalu pelaku pun dijemput oleh personel Polsek Peukan Bada dan diserahkan ke Satreskrim Polresta Banda Aceh” ungkap Fadillah.
Pihak keluarga korban telah membuat laporan resmi di Polresta Banda Aceh guna dilakukan pengungkapan kasus yang menimpa keluarganya. Kini pelaku telah ditahan di rumah tahanan Polresta Banda Aceh guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tutur Kasatreskrim lagi.
"FA dijerat dengan pasal 351 Ayat 3 dengan bunyi “Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun," Pungkas Fadillah.
Penulis : Ismail
Editor: AF