23 September 2019 | Dilihat: 159 Kali
Kabut Asap Mulai Selimuti Kota Sabang
noeh21
Kabut Asap Selimuti kota Sabang. Foto Windi
 

IJN - Sabang | Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang bertitik di Provinsi Riau dan Jambi, telah membuad seluruh wilayah Kota Sabang di selimuti Kabut asap, Senin 23 September 2019.

Kabut asap ini telah menimbulkan kekhawatiran bagi warga sabang, karena telah terjadi perubahan terhadap kondisi udara dan telah mengganggu jarak pandang, bahkan keresahan juga berdampak pada kesehatan yang sewaktu-waktu dapat mengancam warga akan terserangnya penyakit ispa.

Dikatakan Kepala BMKG Kota Sabang, Siswanto dalam realisenya yang diterima media Indojaya.News, dapat dipastikan kabut yang menyelimuti Pulau Sabang merupakan  kabut asap kiriman.

Karena bila dilihat, kondisi Matahari dari pagi hingga siang hari tampak berwarna kuning ke merah-merahan, dan juga bila dilihat kondisi langit berwarna putih abu-abu relatif menyebar merata. Sedangkan kalau langit ditutupi awan akan telihat gumpalan-gumpalan.

Berdasarkan laporan Stasiun Meteorologi Cot Ba'u Maimun Saleh Sabang, data pengamatan kelembaban udara secara dominan untuk saat di bawah 60 persen atau relatif kering, sedangkan jika kondisi cuaca berupa kabut, maka diindikasikan dengan kondisi kelembapan udara di atas 80 persen atau relatif basah. 

"Untuk asal kabut asap kami memperkirakan masih merupakan asap kiriman dari musibah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi beberapa provinsi lain di Sumatera. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Sabang agar selalu memakai masker, pelindung bila berada di luar ruangan khususnya untuk kawasan yang kabut asapnya tebal," ujarnya.

Namun yang terpenting dalam menjaga kesehatan dari dampak kabut asap ini. "Perbanyak minum air putih, makan buah yang banyak agar pola hidup sehat terus terjaga dan stamina tubuh akan tetap fit, " tutup Siswanto.

Penulis : Windi
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com