05 Oktober 2020 | Dilihat: 240 Kali
Limbah Pabrik Resahkan Warga, YARA Somasi Bupati Nagan Raya
noeh21
 

IJN - Nagan Raya | Adanya surat dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh dengan no: 660/3553.III tanggal 10 September 2020, tentang penyampaian usulan sanksi administratif pembekuan izin lingkungan terhadap PT. Kharisma Iskandar Muda (KIM) di Kabupaten Nagan Raya.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Nagan Raya, Muhammad Zubir, SH meminta Bupati Nagan Raya, HM. Jamin Idham  menindaklanjuti dan melaksanakan perintah surat tersebut.

Adapun bunyi surat dari Kadis LHK Provinsi Aceh ialah, meminta Bupati Nagan Raya untuk melakukan pembekuan izin lingkungan terhadap Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Kharisma Iskandar Muda (KIM). 

Muhammad Zubir menyebutkan, berdasarkan hasil verifikasi di lapangan yang dilakukan oleh tim DLHK Provinsi Aceh terhadap PT. KIM sesuai dengan surat tugas No: 094/238/ST/2020 tanggal 18 Agustus 2020. 

"Namun pada berita acara verifikasi lapangan berdasarkan fakta administratif dan fakta lapangan disimpulkan bahwa PT. KIM tidak taat terhadap peraturan perundangan lingkungan hidup yang berlaku dan dokumen/izin lingkungan (Izin Lingkungan dari Bupati Nagan Raya No: 538.3/03/Kep/2013 tanggal 10 Oktober 2013)," sebut Zubir, Ketua YARA Perwakilan Nagan Raya kepada INDOJAYANEWS.COM, Senin 5 Oktober 2020.

"Serta perizinan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (Izin pembuangan air limbah ke badan air, dari Bupati Nagan Raya No: 503.11/00/2017 tanggal 25 November 2017 dan Izin penyimpanan sementara limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari Bupati Nagan Raya No: 503.10/01/2017)," kata Zubir.

Zubir menjelaskan, masalah limbah ialah masalah yang sangat serius, masyarakat sangat dirugikan dengan kondisi seperti ini. 

"Makanya kita meminta Bupati bersikap dan menindak tegas PT. KIM ini," jelas Zubir.

Lebih lanjut, Zubir menegaskan, ini bukan karena kita tidak mendukung investasi, kita malah sangat mendukung investasi, namun investasi itu ada regulasi hukum yang harus ditaati dan dipatuhi oleh para pengusaha, terutama masalah limbah atau pencemaran lingkungan, jangan investasi justru membawa musibah terhadap masyarakat.

"Saya yakin jika perusahaan menaati dan melaksanakan regulasi hukum yang berlaku, tentu tidak ada masalah apa-apa bagi perusahaan tersebut," tegas Muhammad Zubir.

Surat Somasi langsung diantar oleh Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Nagan Raya, Muhammad Zubir, SH ke Kantor Bupati Nagan Raya yang diterima oleh Kasubag  Tata Usaha (TU) Pemkab Nagan Raya, TR. Syafarul.

Zubir berharap dalam somasinya, agar Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dalam hal ini Bupati untuk membekukan Izin Lingkungan terhadap PT. KIM

"Namun jika Bupati tidak melaksanakan, maka kami akan menempuh jalur hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan ini juga supaya menjadi contoh untuk Perusahaan lain agar tidak mengganggap remeh atau sepele masalah limbah atau pencemaran lingkungan," demikian Tutup Muhammad Zubir, Ketua YARA Nagan Raya.



Penulis: Hendria Irawan
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com