IJN -
Aceh Timur | Penanggung Jawab Ketua Eksekutif Kabupaten Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Aceh Timur, Zulkifli meminta PT Medco E&P Malaka bertanggung jawab atas peristiwa keracunan yang dialami oleh masyarakat Panton Rayeuk D, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur dan sekitarnya.
Masyarakat mengalami mual dan muntah-muntah diduga setelah menghirup bau busuk yang diduga berasal dari sumur gas milik PT Medco E&P Malaka yang berada di Desa Alue Siwah, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, yang mengalami kebocoran pipa tersebut.
"PT Medco harus bertanggung jawab atas peristiwa ini, jangan menikmati hasilnya saja tapi harus bertanggung jawab, dan mereka harus menjamin kesehatan para korban yang mengalami keracunan dan para warga yang sedang mengungsi," ujar Zulkifli.
Baca Juga: Diduga Keracunan Gas PT Medco, Puluhan Warga Dilarikan ke Puskesmas
Menurut Zulkifli, masyarakat bisa mengalami keracunan akibat pihak perusahaan yang dinilai mengabaikan Keamanan dan Kesehatan masyarakat yang tinggal jika terjadi kecelakaan seperti ini.
"Pihak perusahaan saya nilai tidak mempedulikan keselamatan dan kesehatan masyarakat yang tinggal dilingkar tambang jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini," jelasnya.
Lebih lanjut, "Buktinya masyarakat banyak yang mengalami keracunan setelah menghirup bau busuk yang diduga berasal dari sumur gas."
Zulkifli menambahkan, Pada tahun 2019, hasil rapat di gedung DPRK Aceh Timur terkait bau busuk yang dihasilkan oleh perusahaan PT Medco E&P Malaka. Saat itu, mitra akademisi PT Medco dari ITB menyarankan pihak perusahaan untuk memasang alat pendeteksi gas beracun dan Alarm peringatan di setiap pemukiman warga, namun hal itu tidak pernah dilakukan oleh pihak perusahaan, hingga hal yang dikhawatirkan pun terjadi.
"Kami minta perusahaan harus bertanggung jawab atas kejadian ini, dan meminta pihak berwenang baik ditingkat daerah maupun pusat untuk memberi sangsi atas kelalaian pihak perusahaan," tambah Zulkifli.
Penulis :
Mhd Fahmi