29 April 2020 | Dilihat: 2019 Kali
MPO Tantang Direktur AJMI Laporkan Oknum Polisi Yang Main Proyek
noeh21
Koordinator MPO Aceh Syakya Meirizal.
 

IJN - Banda Aceh | Direktur Aceh Judicial Monitoring Institute (AJMI) Agusta Mukhtar menyebutkan, ada informasi terkait dugaan oknum polisi yang terlibat permainan proyek baik ditingkat provinsi maupun ditingkat kabupaten/kota.

Informasi tersebut disampaikan Agusta Mukhtar dalam pemberitaan sebuah media online. Ia juga menyampaikan, oknum polisi bermain proyek di Aceh sudah menjadi rahasia umum. Pernyataan itu pun mendapat perhatian Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syaoya Meirizal.

"Berdasarkan pemberitaan media tersebut, kami menduga saudara Agusta Mukhtar mengetahui banyak terkait dugaan keterlibatan oknum polisi dalam kegiatan proyek APBA maupun APBK. Apalagi ia merupakan seorang Penasehat Khusus (Pensus) Gubernur Aceh," kata Syakya, Rabu 29 April 2020.

Menurut Syakya, sangat aneh jika Agusta sekedar berbicara kepada media, tapi tidak menyeret oknum tersebut ke hadapan hukum. Padahal, kata Syakya, AJMI merupakan salah satu lembaga yang konsen untuk isu keadilan dan penegakan hukum.

"Karena itu kami menantang saudara Agusta Mukhtar agar segera melaporkan oknum tersebut jika memiliki data dan dokumen yang valid. Jangan hanya sekedar mem-framing dan membangun opini di media," tantang Syakya.

Kalau memang ada oknum polisi terlibat proyek, ujarnya, Agusta harus membuktikan ucapannya. Selaku Masyarakat Pengawal Otsus Aceh, Syakya bersama rekan rekan mengaku siap memberi dukungan dan mengawal.

" Jika saudara Agusta tidak berani buat laporan, berikan datanya sama kami. Biar kami yang laporkan. Apalagi jika ini murni ditujukan dalam upaya menghilangkan praktik-praktik KKN dalam proses tender dan pelaksanaan proyek di Aceh," kata Syakya.

"Tapi kalau tidak, nanti publik hanya akan menganggap saudara Agusta atau AJMI punya tendensi tertentu ketika hanya menyorot oknum polisi dalam dugaan permainan proyek. Padahal banyak pihak lain yang juga terlibat, namun yang bersangkutan mendiamkannya saja."

MPO mendorong AJMI untuk melaporkan semua pihak yang terlibat dalam permainan dan pengaturan proyek di Aceh, bukan hanya oknum polisi. Oknum SKPA, oknum rekanan atau kontraktor, oknum panitia tender dan oknum-oknum lainnya jika terlibat juga wajib dilaporkan.

"Jangan lupa, jika ada oknum Penasehat Khusus (Pensus) Gubernur yang terlibat permainan proyek, misalnya minta proyek dari para Kadis, menjadi makelar proyek, menakut-nakuti dan memeras pejabat SKPA dan rekanan dengan membawa nama institusi negara, harus dilaporkan juga oleh saudara Agusta. Biar fair," sindir Syakya.

Tanpa laporan, kata Syakya, tentu pihak kepolisian dalam hal ini Polda Aceh maupun institusi penegak hukum lainnya, tidak dapat melakukan upaya law enforcement, termasuk untuk oknum polisi.

"Selain itu kami juga berharap, Polda Aceh dapat meminta klarifikasi langsung dari saudara Agusta Mukhtar. Dengan demikian mungkin saudara Agusta akan menyerahkan bukti, data dan dokumen terkait dugaan adanya oknum kepolisian terlibat permainan proyek," desak Syakya.

Lebih lanjut Syakya menjelaskan, agar tidak hanya sekedar menjadi wacana liar diruang publik, Agusta perlu dimintai keterangan sebagai bentuk pertanggung jawaban hukum dan moral Agusta Mukhtar atas tudingannya.

"Bagi Polda Aceh sendiri, ini merupakan bukti kepatuhan dan keseriusan dalam melaksanakan perintah Kapolri terkait larangan bermain proyek bagi anggota kepolisian," demikian tutup Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal. (Red)
Kantor Media Indojayanews.com
Klik Di Sini
Jl. Cendana Utama, lr.Jampeitam I
Kecamatan Syiah Kuala.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
Email : redaksiindojaya@gmail.com


Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com