22 Februari 2020 | Dilihat: 33997 Kali
Anggaran Besar tapi Masih Miskin
Presiden Jokowi Marahi Plt Gubernur Aceh di Acara Keunduri Kebangsaan
noeh21
Foto Kolase Presiden Jokowi dan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.
 

IJN - Aceh | Presiden Indonesia Ir H Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan kekesalan dan kekecewaannya terhadap Pemerintah Aceh. Jokowi terlihat memarahi Plt Gubernur Aceh Ir H Nova Iriansyah MT, diduga karena dianggap belum mampu membawa Rakyat Aceh keluar dari kemiskinan.

Kekecewaan Jokowi terhadap Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah itu diungkapkan saat menyampaikan Amanat pada acara Kenduri Kebangsaan yang diselenggarakan di Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu 22 Februari 2020.

"Saya tadi tanya ke Pak Gubernur (Nova Iriansyah) berapa dana otsus kita. Delapan triliun, untuk tahun ini, betul Pak Gub? Delapan triliun. Kas APBD tujuh triliun, berarti 17 triliun," kata Jokowi dengan nada tinggi, setelah bertanya ke Nova Iriansyah.

Menurut pengakuan Presiden, ia hanya ingin memastikan bahwa pengelolaan anggaran Aceh yang sangat besar itu tepat sasaran. "Saya hanya ingin mengatakan, bahwa apa pun yang namanya pengelolaan anggaran, itu sangat penting sekali. Penting sekali!," tegasnya.

Kata Presiden Jokowi, anggaran negara 17 triliun itu adalah uang yang sangat gede sekali. Ditambah lagi dengan APBD yang ada di kabupaten/kota. "Tetapi bagaimana tatakelolanya, bagaimana governencenya, apakah APBD itu tepat sasaran, bermanfaat untuk rakyat, dirasakan oleh rakyat, itu yang masih menjadi tanda tanya saya," ungkapnya.

"Saya ngomong apa adanya. Oleh sebab itu kalau tadi, Bang Surya Paloh menyampaikan, perlu asistensi. Saya bertanya kepada pemerintah daerah, perlu ndak, kalau perlu besok langsung saya dampingi," sindir Jokowi disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Bagi Presiden, mengirim tim asistensi tentu sangat mudah, tapi dia khawatir Nova Iriansyah dan jajarannya di Aceh tidak siap. "Jangan ngomong, Iya, nanti kita beri asistensi, kemudian di bawah tidak mau, di birokrasinya," ujarnya.

"Karena itu, menanggung sebuah konsekuwensi bahwa governance tata kelola bersih, transparan, akuntabel. Tapi kalau saya tanya pada rakyat nanti, pasti seluruh rakyat akan bilang, iya. Benar?," ucapnya.

Sementara Nova Iriansyah, saat "disemprot" Presiden Jokowi, tampak hanya duduk tak berkutik disamping Kepala Staf Presiden Moeldoko, Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar, dan Anggota DPR RI asal Aceh Nasir Djamil.

Penulis: Hidayat. S
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com