22 November 2019 | Dilihat: 418 Kali
Rumah Kuli Bangunan Hangus Disambar Petir, Pemilik Rumah Hanya Miliki Baju Dibadan
noeh21
Dewi istri Sabaruddin alias Rais yang kini mengungsi di rumah orangtuanya. (Indojayanews.com/AB)
 

IJN - Subulussalam | Satu rumah di Desa Danau Teras, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam yang terbuat dari kayu ludes terbakar dikarenakan tersambar petir, Jumat, 22 November 2019.
 
Tak ada yang tersisa akibat amukan api yang bersumber dari petir itu, hanya baju yang melekat di badannya lah yang berhasil diselamatkan pada musibah ini. Korban yang bernama Sabaruddin alias Rais bersama istri dan 4 orang anaknya kini terpaksa mengungsi di rumah orangtuanya yang tak jauh dari lokasi kebakaran.
 
Namun, Rais mengaku bersyukur bahwa disaat ia pergi bekerja kuli bangunan, istri dan empat anaknya tak terluka sedikitpun pada musibah ini lantaran sebelum terbakarnya rumah mereka, tetangganya mengajak istri dan anaknya untuk meninggalkan rumah karena suara petir begitu keras.
 
"Saya bersyukur tergerak hati tetangga untuk membawa istri dan anak saya ke rumah mereka. Mungkin ya, kalau istri dan anak saya masih berada di dalam rumah, saya tak tau apa yang terjadi. Sebab, menurut istri saya gumpalan api petir terlihat mengepung rumah kami," cerita Rais saat ditanyai IJN di rumah mertuanya.
 
Selain rumah yang hangus terbakar, kata Rais, ada 4 orang korban yang tersengat kilat saat berada di dalam rumah tetangganya. Keempat orang tersebut merupakan suami istri yang mengajak keluarga Rais ke rumahnya. Selain itu, dua orang yang masih bertetangga juga terkena petir tapi tidak terlalu parah. 
 
Ishar yang mengajak keluarga Rais ke rumahnya juga menceritakan ngerinya api petir yang masuk ke rumahnya. Terlihat seperti bola api yang jatuh dari atas ke dalam rumahnya sehingga mengenai sang istri.
 
Ishar tersengat petir di tangan sebelah kanan, sedangkan istrinya dibagikan kaki kira dan kanan mengalami hangus.
 
"Yang paling parah istri saya. Entah kenapa ada tergerak hati untuk mengajak istri dan anak Rais ke rumah. Begitu di rumah, saya beserta istri melihat gumpalan api masuk kedalam rumah dan mengenai kami berdua," cerita Ishar. 
 
Melihat gumpalan api tersebut, Ishar bersama istrinya mengajak istri Rais dan anaknya untuk lari keluar rumah untuk menghindari bola api yang masuk ke dalam rumah itu.
 
Namun, disaat mereka tengah berada di luar, Ishar mengaku melihat rumah Rais yang jaraknya hanya 15 meter sudah dikepung api sambaran petir mengangkat atap rumah Rais. Tak lama kemudian, api tiba-tiba membesar dan menghanguskan rumah Rais.
 
"Seumur-umur saya belum pernah lihat bulatan api seperti bola baru pertama kali ini saya melihat dengan mata kepala saya sendiri," ungkap Ishar.
 
Penulis : AB
Editor   : Mhd Fahmi
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com