27 September 2019 | Dilihat: 333 Kali
Tolak RUU KUHP, Mahasiswa Akper Aceh Singkil Demo DPRK
noeh21
Sejumlah Mahasiswa Akademi Keperawatan bersama mahasiswa Staisar, Stip Yashafa, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Aceh Singkil ( AMAS), melakukan unjuk rasa didepan Kantor DPRK setempat.
 

IJN - Aceh Singkil | Ratusan mahasiswa tenaga kesehatan Akademi Keperawatan (Akper) bersama dengan masa dari STIP Yashafa, Staisar, tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Aceh Singkil (AMAS), melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor DPRK setempat, menolak Rancangan Undang Undang KUHP dan UU KPK, Jum'at 27 September 2019.
 
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam beberapa kampus yang ada di Kabupaten Aceh Singkil, awalnya melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRK dengan membentangkan sejumlah spanduk dan poster yang berisi tuntutan.
 
Diantara beberapa tulisan yang terbentang di antaranya, "Kami Perawat Indo Takut Denda 1 Juta Akibat Shift malam diatas jam 10. Jadi Kalau Ada yang Sakit Atau Ingin Dirawat Datang Kegedung DPR, Setan Apa Yang Merasuki DPR, Jangan Bangga Dengan UU yang Tak Bermoral".
 
Dalam orasinya, Kordinator aksi Yeni Rowita sekaligus Ketua BEM Akper Aceh Singkil, menyampaikan, tuntutan pengunjuk rasa menolak RUU KUHP yang bersifat kontrovesial.
 
Usai berorasi diluar pagar Kantor DPRK Aceh Singkil, para pengunjuk rasa melanjutkan aksinya kedalam area gedung dengan berjalan kaki.
 
Meski saat melakukan unjuk rasa dihalaman Kantor DPRK Aceh Singkil, sempat terjadi adu argumen dengan masa yang meminta agar bersama-sama beraudensi dengan pihak dewan dihalaman kantor, akhirnya di sepakati melakukan pertemuan dengan mahasiswa duduk bersama dilantai teras parkiran gedung dewan.
 
Sebelum kembali berorasi menyampaikan tuntutannya dihadapan para anggota dewan, para pengunjuk rasa membacakan surat Al Fatihah secara bersama terhadap atas tragedi berdarah yang menimpa Randi, kala melakukan aksi demo di Sulawesi.
 
Dalam orasinya dihadapan para anggota DPRK Aceh Singkil, pengunjuk rasa mengecam sikap revrensif oknum Polri yang tidak bertanggung jawab terhadap masa pengunjuk rasa.
 
Begitu para pengunjuk rasa juga mengecam keras atas lahirnya RUU KUHP yang bertentangan terhadap rakyat.
 
Pimpinan Sementara DPRK Aceh Singkil, bersama anggota dewan lainnya yang menyambut para pendemo menyampaikan, siap menampung aspirasi yang disampaikan pengunjuk rasa.
 
Sementara Ketua sementara DPRK Aceh Singkil, Hasanuddin Aritonang dan anggota dewan sepakat membuat kesepakatan bersama dengan mahasiswa, untuk menindak lanjuti tuntutan pengunjuk rasa.
 
Begitu pun, DPRK Aceh Singkil, berjanji akan menindak lanjuti tuntutan masa dengan menyurati DPR RI dan Presiden RI di Jakarta.
 
Setelah memyampaikan orasinya dan beraudensi serta membuat kesepakatan bersama terkait tuntutan pengunjuk rasa, masa membubarkan diri secara tertib.
 
Penulis : Erwan
Editor    : Mhd Fahmi
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com