30 Mar 2020 | Dilihat: 1514 Kali

Yunan Nasution: Menyoe Preh Mate Hana Payah Na DPR Aceh Sare

noeh21
Aktivis Aceh, Yunan Nasution, S.H
      
IJN - Banda Aceh | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh kembali ngomel di media terkait permasalahan Pemerintah Aceh yang ingin mencari tanah (Lahan) sebagai tempat pemakaman umum (TPU) untuk pasien yang meninggal karena positif Corona atau Covid-19.
 
Sebelumnya Ketua Komisi V DPR Aceh, Falevi mengeluarkan statementnya, Meunyoe preh ureung mate, hana payah na pemerintah sare (Kalau menunggu orang mati, tidak perlu pemerintah),” kata Falevi.
 
Pernyataan Ketua Komisi V DPR Aceh, Falevi tersebut langsung dikritik oleh Yunan Nasution, SH salah satu Aktivis di Aceh.
 
"Lah apa bedanya ente ama Pemerintah Aceh kalau bisanya cuma ngomel di media, karena sampai hari ini DPR Aceh belum banyak melakukan hal positif dalam penanganan dan pencegahan Covid-19," tukas Yunan kepada Indojayanews.com, Senin, 30 Maret 2020.
 
“Meunyoe preh ureung mate, hana payah na DPR Aceh sare (Kalau menunggu orang mati, tidak perlu ada DPR Aceh aja), kayaknya kalimat ini juga berlaku buat kalian," papar Yunan.
 
Yunan menambahkan, Sudah sebulan di Aceh dihebohkan oleh virus corona ini namun ia belum melihat aksi nyata DPR Aceh dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan bahaya covid-19 ini.
 
"Yang ada kalian berseteru terus menerus dengan eksekutif (Pemerintah) Aceh, tak faham politik apa yang kalian anut sehingga kalian terus menerus mempertontonkan perseteruan tanpa henti kepada kami masyarakat," imbuh Yunan.
 
Lebih lanjut Yunan mengatakan, hampir setiap pemberitaan anggota DPR Aceh yang terbit nyaris hanya tentang perseteruan, baik sesama anggota DPR maupun terhadap pemerintah, seolah-olah kalian melupakan asas mufakat dan musyawarah.
 
"Kalaupun kalian mau berseteru silahkan berseteru di dalam Forum dan jangan suguhi kami dengan perseteruan dan berbalas pantun di media. Jika pemerintah salah ingatkan, karena mereka adalah mitra kalian, jangan hanya karena ingin terlihat garang lalu kalian bersahut-sahutan di media, sudahlah, kami benar-benar butuh kerja nyata. Kalian wakil kami di sana bukan tontonan yang menjengkelkan yang kami harap," ujar Yunan.
 
"Malu sedikitlah terhadap derah lain yang melihat kondisi kita di Aceh yang dikenal dengan religiusnya, marilah kita bersama-sama mengatasi masalah ini tanpa harus berseteru di publik," tandas Yunan.
 
Penulis : Mhd Fahmi