31 Agustus 2019 | Dilihat: 882 Kali
Aktivis HAM: Tangkap Ketua HIMAS Jakarta, Provokasinya Mengancam Perdamaian Aceh
noeh21
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Aceh, Ronny Hariyanto
 

IJN - Aceh Timur | Aktivis Hak Azasi Manusia (HAM) Aceh, Ronny Hariyanto, mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap Ketua Himpunan Masyarakat Simeulue Aceh (Himas) Jakarta, Ir. Denfinal MM, yang tiba-tiba membuat pernyataan menghebohkan di media, diantaranya berjudul 'GAM Harus Dimusnahkan dari Bumi Aceh' sebagaimana ditayangkan atjehwatch.com, Jumat 30 Agustus 2019.
 
"Polisi harus segera menangkap orang tersebut, agar provokasinya tidak menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan, sebab sejauh ini Aceh dalam keadaan kondusif dan baik-baik saja," kata Ronny, Jumat, 30 Agustus 2019. 
 
Menurut Ronny, pernyataan Ketua HIMAS Jakarta itu merupakan ujaran kebencian dan melanggar UU ITE.
 
"Jelas itu Hatespeech terhadap pihak tertentu, melanggar UU ITE, dan justru itu yang membahayakan persatuan bangsa," ujar mantan Wakil Ketua KNPI Provinsi Sumatera Barat itu.
 
Ronny melanjutkan, pernyataan Ketua HIMAS Jakarta itu sangat berbahaya dan dapat memancing kerusuhan, apalagi saat ini Indonesia sedang mengalami kondisi yang tidak stabil sebagaimana yang baru saja sedang terjadi di Papua.
 
"Apa pentingnya dia mengeluarkan statement berbahaya seperti itu, apalagi Papua saat ini sedang panas akibat pernyataan rasisme, kenapa dia tambah lagi memprovokasi Aceh, apa maksudnya, ada apa ini?," cetus Ronny.
 
Seharusnya semua pihak menurut Ronny, berpikir jernih dan menyejukkan suasana terkait berbagai dinamika persoalan di Aceh maupun menyikapi problem sosial yang sedang dihadapi menyangkut Papua.
 
"Saya lihat ramai yang menambah-nambah provokasi terkait Papua di medsos, dan mengait-ngaitkannya dengan Aceh, yang katanya juga bergolak, padahal Aceh dalam kondisi kondusif, koq orang luar Aceh bilang bergolak, udah sakit jiwa apa?," ketus putera Idi Rayeuk, Aceh Timur tersebut.
 
Dia sangat mengherankan pernyataan Ketua HIMAS Jakarta yang mengatasnamakan cinta NKRI, namun dinilai justru berupaya mengadu-domba sesama anak bangsa.
 
"Katanya cinta NKRI, tapi koq provokatif dan terkesan mengadu-domba sesama anak bangsa, emangnya elu aja yang paling cinta NKRI," tandasnya.
 
Ronny berharap masyarakat Aceh tidak terpancing dengan berbagai macam provokasi yang akhir - akhir ini sengaja digulirkan untuk memancing kemarahan rakyat Aceh, bahkan memperkeruh keadaan agar terjadinya kerusuhan. Ronny mengajak semua pihak merenung, mensyukuri dan tetap menjaga perdamaian, serta mengisinya dengan kemajuan, keadilan dan kemakmuran.
 
"Pernyataan itu melukai perasaan orang Aceh, tapi masyarakat tidak perlu terpancing provokasi murahan seperti itu, sebab kalau rusuh ya masyarakat sendiri yang susah, dan pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungannya, kita harus cerdas sekarang, sebaiknya mari tetap kita jaga dan syukuri nikmat perdamaian yang telah Allah berikan untuk Aceh saat ini," pungkas Eks Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Prov. Aceh itu menutup keterangannya.
 
Sebelumnya, Ketua HIMAS Jakarta, Denfinal, mendadak melontarkan pernyataan provokatif tanpa sebab dan musabab, ibaratnya tak angin tak ada hujan.
 
“Kami warga Simeulue sangat mencintai NKRI dan kami tidak suka Gerakan Aceh Merdeka (GAM), karena GAM yang memecah belah persatuan dan kesatuan,” kata Denfinal seperti keterangan diterima Harian Terbit, Kamis 29 Agustus 2019, dan dikutip atjehwatch.com, Jumat 30 Agustus 2019.
 
Penulis : Mhd Fahmi
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com