19 Februari 2020 | Dilihat: 284 Kali
Temui Dubes Uni Eropa
Bukti Wali Nanggroe Serius dengan Implementasi MoU Helsinki
noeh21
Pertemuan Wali Nanggroe Aceh dan rombongan dengan Dubes Uni Eropa. Foto: Istimewa
 

IJN - Banda Aceh | Setelah bertemu Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu, Wali Nanggroe Aceh Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al-Haytar, kini kembali menunjukkan keseriusannya dalam hal implementasi Memorendum of Understanding (MoU) Helsinki.

Wujud dari keseriusannya, Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al-Haytar mengajak para mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk bertemu dengan Duta Besar (Dubes) Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam.

Pertemuan khusus itu berlangsung di Kedutaan Besar Uni Eropa, di Menara Astra, Jakarta, Rabu 19 Februari 2020, untuk menyampaikan perkembangan terkait realisasi butir perdamaian antara GAM dan Republik Indonesia pada 2005 lalu di Helsinki.

Kedatangan Wali Nanggroe beserta para petinggi mantan GAM itu disambut langsung oleh  Dubes Uni Eropa Mr. Vincent Piket, didampingi Political Advisor Ms. Laura Beke. 

Hadir pada pertemuan itu, Ketua KPA/PA H. Muzakir Manaf atau Mualem, Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak, Ketua KPA Wilayah Bireuen Darwis Djeunib, dan Juru Bicara KPA Azhari Cage. Bukan itu saja. Turut hadir Ketua DPRA Dahlan Djamaluddin, Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas, dan Staf Khusus Wali Nanggroe Muhammad Raviq. 

Dalam pertemuan itu, Yang Mulia Tgk Malik Mahmud mendesak agar Uni Eropa membantu percepatan realisasi butir-butir yang terdapat dalam MoU Helsinki. Sebab, masih banyak butir MoU yang belum terealisasi. Padahal, Aceh dan Indonesia sudah 15 tahun berdamai.

Kepada Vincent, Wali Nanggroe Aceh itu juga melaporkan hasil pertemuannya dengan Presiden Jokowi, beberapa waktu lalu di Istana Negara, Jakarta.

"Harus diakui, pertumbuhan ekonomi Aceh terpuruk akibat konflik yang berkepanjangan. Namun, setelah damai, kami berkeinginan untuk menjadikan Aceh sebagai salah satu daerah investor bagi siapapun," ungkap Malik Mahmud.

Yang Mulia, juga mengundang Dubes Uni Eropa itu berkunjung ke Aceh, untuk memastikan bahwa kondisi Aceh saat ini sangat kondusif. Sekaligus, untuk menunjukkan potensi investasi.

Sementara itu, Vincent menyambut baik hasil laporan yang disampaikan Yang Mulia Wali Nanggroe, dan mengaku segera melaporkan hasil pertemuan itu kepada pimpinan di negaranya. Bahkan kabarnya, Vincent bakal berkunjung ke Aceh pada Maret 2020 mendatang.

"Saya masih baru sebagai Dubes, saya belum terlalu agresif. Namun saya akan laporkan ke pimpinan di negara saya, apa yang saya dapatkan hari ini. Karena ini sesuatu yang sensitif," demikian kata Vincent.
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com