19 April 2020 | Dilihat: 750 Kali
Nyawa Warga Aceh di Malaysia Terancam, DPRA Desak Pemerintah Aceh Kirim Bantuan
noeh21
Anggota DPRA Sulaiman SE. Foto: Google
 

IJN - Banda Aceh | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh mendesak Pemerintah Aceh segera mengirim bantuan kepada warga Aceh yang saat ini mengalami krisis makanan dan terancam kelaparan, di Negeri Jiran Malaysia.

Desakan tersebut disampaikan Anggota DPRA Sulaiman SE, menanggapi berita dari Media INDOJAYANEWS.COM pada Minggu 19 April 2020, mengenai kondisi masyarakat Aceh di Malaysia yang sudah memprihatinkan.

Baca: Kondisi Warga Aceh di Malaysia Memprihatinkan, Pemerintah Aceh belum Merespon

"Bapak Plt Gubernur Aceh, tolong dengarkan jeritan penderitaan rakyat Aceh yang saat ini mulai memprihatinkan di Malaysia. Warga Aceh disana adalah pahlawan bagi negara kita, mereka itu pahlawan devisa," kata Sulaiman SE, Minggu malam 19, April 2020.

Menurut Politisi Partai Aceh (PA) tersebut, selama ini warga Aceh yang menjadi TKI di Malaysia, menjadi bagian penopang ekonomi Aceh. "Sangat miris rasanya ketika kondisi krisis ditengah wabah seperti ini, Pemerintah Aceh tidak peduli kepada mereka," ucapnya.

Baca: Warga Aceh Mulai Kesulitan, Pemerintah Aceh Jangan Tutup Mata

Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh ini mengaku, heran dengan Plt Gubernur Aceh, anggaran Rp1,7 triliun yang disiapkan oleh Pemerintah Aceh untuk penanganan kasus covid-19, tapi tidak segera digunakan untuk mengirim bantuan kepada rakyat Aceh di negeri Malaysia.

"Dari pengakuan salah satu tokoh Aceh di Malaysia, mereka sudah meminta bantuan kepada Pemerintah Aceh. Saya juga baca, ada dua pilihan yang menurut mereka memungkinkan, mengirim bantuan ke Malaysia agar mereka tidak kelaparan atau menjemput mereka pulang. Tapi dari berapa hari lalu hingga saat ini, Pemerintah Aceh belum merespon," ungkapnya.

Selain itu, putra Aceh Besar ini juga mempertanyakan rincian anggaran penanganan covid-19. Anggaran yang melimpah tersebut, kata Sulaiman, akan sangat rawan dikorupsi jika tidak disampaikan ke publik.

Baca: DPRA Sulaiman SE: Dana 1,7 T Tangani Wabah Covid-19 Jangan Digerogoti Wabah Korupsi

"Saya bahkan berfikir, kenapa Pemerintah Aceh tidak mengambil sedikit dana penanganan covid-19 itu, digunakan untuk menjemput semua warga Aceh yang ada di Malaysia. Jangan sampai saat mereka terdesak nanti disana, lalu berbuat macam-macam, nama Aceh yang rusak," jelasnya.

"Bukan tidak mungkin, warga Aceh bergerak ramai-ramai, melakukan sesuatu yang tidak diinginakan, seperti disampaikan tokoh Aceh di Malaysia, Tgk Bukhari. Maka sebelum itu terjadi, Pak Nova Iriansyah harus segera bertindak memulangkan mereka ke Aceh demi kebaikan semuanya."

Baca juga: Mantan Pekerja BRR Aceh-Nias: Dana 1,7 T Sangat Rawan Korupsi, DPRA Wajib Awasi

Dana 1,7 T Rawan Korupsi, Bang Saf: Pemerintah Aceh Harus Gunakan Manajemen Masjid


Lebih lanjut, harap Sulaiman, jangan sampai keterlambatan Pemerintah Aceh menimbulkan kekacauan akibat kondisi yang sudah sangat memprihatinkan.

"Sekarang sudah terlalu banyak persoalan menumpuk yang belum diselesaikan, mudah-mudahan kita doakan Pak Plt Gubernur Aceh segera menyelesaikan semuanya dengan baik, agar rakyat tidak semakin membenci Pemerintah Aceh. Kita DPRA akan terus mengingatkan demi kebaikan Aceh," demikian ungkap mantan Ketua DPRK Aceh Besar dua periode tersebut.

Penulis: Hidayat. S
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com