09 Juli 2021 | Dilihat: 936 Kali
Partai Aceh Sudah Saatnya Reformasi Internal, Jika Ingin Jadi Pilihan Rakyat
noeh21
Ilustrasi Partai Aceh
 

IJN - Banda Aceh | Milad Partai Aceh ke 14 tahun yang digelar di Kantor DPA PA, Rabu (7/7) kemarin, menuai berbagai tanggapan dari Ketua Umum Partai Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) juga Ketua Umum Partai Aceh Muzakir Manaf dalam pidato politiknya terkait perkembangan kondisi politik dan pemerintahan Aceh.

Kepada INDOJAYANEWS.COM, Usman Lamreung selaku pengamat politik sekaligus Akademisi Universitas Abulyatama mengatakan, ada hal yang menarik dari pernyataan politik yang disampaikan Muzakir Manaf, yaitu mengkritisi kinerja pemerintahan dan kesiapan untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh.

"Ada beberapa pernyataan politik yang tegas dan lantang, dan sudah disiarkan dalam bentuk berita yang sudah dirilis oleh berbagai media, baik cetak dan online,"kata Usman Lamreung, Jum'at 9 Juli 2021.

Pernyataan Muzakir Manaf;

Pertama, Muzakir Manaf menyatakan diri siap dicalonkan menjadi Gubernur Aceh pada pemilihan kepala daerah mendatang.

Kedua, Muzakir Manaf sorot kinerja pemerintah Aceh buruk, dan lamban dalam penyerapan anggaran sampai saat ini, tahun anggaran sudah memasuki semester ke 2, namun pemerintah Aceh, baru menghabiskan anggaran sebesar kurang lebih 10 persen dari total APBA 2021 yaitu sebesar Rp16,9 triliun.

Ketiga, kondisi Aceh saat ini, rakyat Aceh terpuruk lebih dalam lagi, kekacauan yang terjadi seharusnya dapat dihindari, sepertinya dibiarkan pemerintah Aceh saat ini.

Ke-empat, Muzakir Manaf sebagai ketua umum Partai Aceh, perintahkan ke seluruh kader Partai Aceh yang sedang menduduki jabatan politik baik di DPRA, DPRK dan Bupati/walikota agar melakukan segala upaya untuk melawan kezaliman.

Baca JugaMilad PA ke 14, Mualem: Banyak Tantangan Dihadapi Partai Aceh

Dari ke-empat penyataan fenomenal yang disampaikan Ketua Umum Partai Aceh menandakan bahwa Partai Aceh masih ada, masih tetap punya nyali bersuara yang lantang, lugas, mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah Aceh yang saat ini terkesan seperti tidak ada penguasa, yang kekuasaan dijalankan seperti Outo Pilot.

"Namun, menjadi pertanyaan adalah apakah kritik dan saran yang begitu tegas, lugas tersebut akan terus dilakukan, berkesinambungan, konsisten sebagai bagian pengimbang untuk mengontrol roda pemerintahan Aceh yang berpihak pada rakyat? Atau hanya saat Milad saja? ,"ungkap Usman Lamreung.

Menurut Usman, penyataan Ketua Umum Muzakir Manaf sudah sangat siap untuk dicalonkan sebagai Gubernur saat Pilkada. "Sepertinya beliau sangat berhasrat sekali duduk sebagai tampuk kekuasaan Gubernur Aceh,"kata Usman Lamreung.

Usman menilai, mestinya Partai Aceh jangan bicara dulu kesiapan Ketua Umum calon Gubernur, seharusnya disiapkan dulu bagaimana formula dan resep memperbaiki masa depan Aceh.

"Bukan saja kesiapan dicalonkan sebagai Gubernur, namun juga dibarengi dengan tawaran blue print masa depan Aceh," ujarnya.

Menurut Usman, sudah seharusnya Partai Aceh yang katanya partai yang ingin mengembalikan marwah Aceh, merumuskan blue print baru masa depan Aceh yang mampu menuntaskan masalah kemiskinan, kesejahteraan, dan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) untuk kepentingan pembangunan Aceh.

"Perlu di ingat bahwa Mualem pernah berkuasa dan ada yang gagal merealisasikan janji politiknya,"jelasnya.

Lanjutnya, Partai Aceh harus terus menjadi garda terdepan, bersuara lantang dan lugas, apalagi sebagai partai mayoritas kursi di DPR Aceh, sudah semestinya mendorong pemerintah Aceh mempercepat realisasi anggaran.

"Jangan sampai pemerintah Aceh tahun 2021 bertambah lagi SILPA. Salah satu tugas dan fungsi legislatif adalah sebagai lembaga pengawasan, gunakan hak sepenuhnya, dan harus mampu mendorong pemerintah Aceh mempercepat merealisasikan anggaran," harap Usman.

Usman Lamreung menyebutkan, Partai Aceh sudah semestinya melakukan reformasi internal, bila tetap berkeinginan menjadi partai pilihan rakyat Aceh.

Baca JugaDinilai Banyak Masalah, Dua Fraksi DPRK Nagan Raya Tolak LPJ Bupati Tahun 2020

"Evaluasi kader-kader yang tidak cakap, tidak mampu bekerja untuk rakyat, dan penguatan kaderisasi. Banyak kader Partai Aceh yang mumpuni, cerdas, dan cerdik, namun sepertinya tidak dimunculkan," ungkapnya.

"Kami sebagai rakyat melihat ruh ideologi semakin pudar, persaingan di internal semakin tajam, padahal Partai Aceh lahir dari rahim perjuangan. Slogan mengembalikan marwah Aceh akan sia-sia bila partai Aceh tidak berbenah diri di internal, tempatkanlah kader-kader yang memang mereka punya potensi, bukan karena dekat, atau lobi,"tambah Usman.

"​​​​​​Kalau reformasi internal Partai Aceh tidak dilakukan, apalagi menjadi partai oposisi sekarang ini, akibat keterbatasan SDM, jangan harap pilkada dan pileg menambah suara," demikian tutupnya

 

Penulis: Hendria Irawan

Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com