09 Februari 2020 | Dilihat: 123 Kali
PDIP Sudah Bersuara, Baiknya Jokowi Segera Ganti Sri Mulyani
noeh21
Jokowi dan Sri Mulyani/Net
 

IJN - Jakarta | Pertumbuhan ekonomi yang hampir anjlok ke angka 4 persen di tahun 2019 mendapat kritikan tajam dari partai penguasa, PDI Perjuangan.

Politisi senior PDIP Effendi Simbolon geram lantaran Menteri Keuangan Sri Mulyani gagal membawa Indonesia terbang sesuai dengan target Jokowi, ekonomi tumbuh 7 persen.

Ketua DPP Partai Gerindra, Iwan Sumule berharap kritikan dari partai pengusung utama itu didengar. Artinya, Sri Mulyani yang sudah menemani hingga 6 tahun pemerintahan Jokowi segera dipecat.

“Nah, PDIP pun bersuara. Bukan hasilkan uang, yang ada hasilkan utang yang menggunung. Kelola uang negara pun tak becus. Kebocoran di mana-mana,” ujarnya kepada wartawan, Minggu 9 Februari 2020.

Iwan Sumule berharap Jokowi bisa dengan segera mencopot menteri berpredikat terbaik dunia yang gagal memenuhi target pertumbuhan ekonomi tersebut. Jika tidak segera, maka legasi kegagalan akan mengancam Jokowi di penghujung jabatan nanti.

“Pak Jokowi sebaiknya segera pecat Menkeu Sri Mulyani, sebelum Indonesia hancur karena utang ugal-ugalan yang dilakukan menkeu,” tutupnya.

Dalam hal ini, Effendi Simbolon menilai Sri Mulyani tidak mampu mengikuti kerja cepat presiden. Sri Mulyani  tidak mendukung program-program Kabinet Indonesia Maju dalam hal kecukupan anggaran.

"Kita bicara likuiditas anggaran, dan kita defisit hampir Rp 400 triliun. Sementara itu, menjadi salah satu faktor penyebab terhambatnya pertumbuhan karena laju likuiditas. Saya tidak tahu Pak Jokowi begitu senangnya lihat Bu Sri Mulyani, tetapi menurut saya perlu diganti," ujar Effendi. 

Rmol
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com