28 Februari 2019 | Dilihat: 339 Kali
Pernyataan Pers Forum Umat Islam Hadapi Pemilu 2019
noeh21
Forum Umat Islam Minta KPU RI jujur dan Adil dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Foto: IJN
 

IJN - Jakarta | Forum Umat Islam (FUI) menggelar kegiatan konfrensi pers dalam rangka menyambut perhelatan akbar Pemilihan Umum 2019 yang bakal berlangsung pada 17 April 2019 mendatang. Kegiatan konfrensi pers itu dilaksanakan di Aula Masrjid Baiturrahman Jalan Saharjo Nomor 100 Setia Budi Jakarta Selatan, Kamis 28 Februari 2019.

Menurut Sekjen Forum Umat Islam KH Muhammad Al Khathath menyampaikan, kegiatan itu bermula karena adanya keresahan rakyat yang khawatir terjadinya kecurangan dalam Pemilu 2019. Sehingga Forum Umat Islam yang terdiri dari pimpinan dan aktivis ormas ormas maupun lembaga Islam di Ibu Kota Jakarta, mengadakan serasehan (duduk bersama) untuk membicarakan Pemilu jujur dan adil.

Seraserah untuk pemilu jurdil tanp kecurangan tersebut dilakukan pada 24 Februari 2019 lalu di Masjid Al
ittihad Tebet Jakarta Selatan dengan menghadirkan Ketua Bawaslu DKI M Jufri, Anggota KPUD DKI Partono, dan mantan Ketua KPUD DKI Sumarno. Selanjutnya menghasilkan beberapa pemahaman seputar pelaksanaan pemilu dan kemungkinan terjadinya kecurangan dalam pemilu.

"Sarasehan tersebut ditindaklanjuti dengan Apel Siaga Umat untuk Pemilu bersih, jujur adil dan tanpa Kecurangan 
oleh FUI bersama Ormas-ormas dan komunitas Islam di Jakarta. Insyaallah besok hari Jum'at 1 Maret 2019 di depan Kantor KPU Jalan Imam Bonjol Jakarta, dan diharapkan diikuti serentak oleh para pimpinan dan aktivis serta jamaah umat Islam di seluruh Indonesia ke kantor-kantor KPUD Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia," harap Sekjen FUI.

Ia sekali lagi menjelaskan, tujuan Apel Siaga Umat adalah menyampaikan kepada Komisioner KPU sebagai penyelenggara Pemilu maupun pihak-pihak lain yang terkait bahwa Pertama, Umat Islam yang mengikuti Apel Siaga Umat ini siap mengikuti Agenda Pemilu 17 April 2019 dengan hati yang bersih dan dengan semangat pelaksanaan kewajiban agama sesuai arahan Fatwa MUI 2009 dalam Ijtimak Ulama Komisi Fatwa 2009 di Padang Panjang tentang Pemilu dan arahan Ulama dalam hasil Ijtimak Ulama GNPF 2018 di Jakarta.

Kedua, tambahnya, umat Islam menuntut KPU sebagai penyelenggara pemilu bisa mewujudkan pemilu yang bersih, jujur, adil, dan tanpa kecurangan. "Ketiga, umat Islam menuntut pihak-pihak terkait seperti partai-partai, caleg, dan capres sebagai peserta pemilu, bawaslu dan panwaslu sebagai pengawas pemilu, maupun aparat keamanan semuanya bertekad mengikuti Pemilu 2019 dengan mewujudkan pemilu yang bersih, jurdil, tanpa kecurangan agar terwujud kepemimpinan nasional yang benar dan kuat yang akan mampu memikul beban amanat penderitaan rakyat dan terpilihnya para wakil rakyat yang amanah yang bisa mengawal pemerintahan dengan benar," demikian dijelaskan KH Muhammad Al Khathath menyampaikan.Pernyataan Pers Forum Umat Islam Hadapi Pemilu 2019

IJN - Jakarta | Forum Umat Islam (FUI) menggelar kegiatan konfrensi pers dalam rangka menyambut perhelatan akbar Pemilihan Umum 2019 yang bakal berlangsung pada 17 April 2019 mendatang. Kegiatan konfrensi pers itu dilaksanakan di Aula Masrjid Baiturrahman Jalan Saharjo Nomor 100 Setia Budi Jakarta Selatan, Kamis 28 Februari 2019.

Menurut Sekjen Forum Umat Islam KH Muhammad Al Khathath menyampaikan, kegiatan itu bermula karena adanya keresahan rakyat yang khawatir terjadinya kecurangan dalam Pemilu 2019. Sehingga Forum Umat Islam yang terdiri dari pimpinan dan aktivis ormas ormas maupun lembaga Islam di Ibu Kota Jakarta, mengadakan serasehan (duduk bersama) untuk membicarakan Pemilu jujur dan adil.

Seraserah untuk pemilu jurdil tanp kecurangan tersebut dilakukan pada 24 Februari 2019 lalu di Masjid Al
ittihad Tebet Jakarta Selatan dengan menghadirkan Ketua Bawaslu DKI M Jufri, Anggota KPUD DKI Partono, dan mantan Ketua KPUD DKI Sumarno. Selanjutnya menghasilkan beberapa pemahaman seputar pelaksanaan pemilu dan kemungkinan terjadinya kecurangan dalam pemilu.

"Sarasehan tersebut ditindaklanjuti dengan Apel Siaga Umat untuk Pemilu bersih, jujur adil dan tanpa Kecurangan 
oleh FUI bersama Ormas-ormas dan komunitas Islam di Jakarta. Insyaallah besok hari Jum'at 1 Maret 2019 di depan Kantor KPU Jalan Imam Bonjol Jakarta, dan diharapkan diikuti serentak oleh para pimpinan dan aktivis serta jamaah umat Islam di seluruh Indonesia ke kantor-kantor KPUD Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia," harap Sekjen FUI.

Ia sekali lagi menjelaskan, tujuan Apel Siaga Umat adalah menyampaikan kepada Komisioner KPU sebagai penyelenggara Pemilu maupun pihak-pihak lain yang terkait bahwa Pertama, Umat Islam yang mengikuti Apel Siaga Umat ini siap mengikuti Agenda Pemilu 17 April 2019 dengan hati yang bersih dan dengan semangat pelaksanaan kewajiban agama sesuai arahan Fatwa MUI 2009 dalam Ijtimak Ulama Komisi Fatwa 2009 di Padang Panjang tentang Pemilu dan arahan Ulama dalam hasil Ijtimak Ulama GNPF 2018 di Jakarta.

Kedua, tambahnya, umat Islam menuntut KPU sebagai penyelenggara pemilu bisa mewujudkan pemilu yang bersih, jujur, adil, dan tanpa kecurangan. "Ketiga, umat Islam menuntut pihak-pihak terkait seperti partai-partai, caleg, dan capres sebagai peserta pemilu, bawaslu dan panwaslu sebagai pengawas pemilu, maupun aparat keamanan semuanya bertekad mengikuti Pemilu 2019 dengan mewujudkan pemilu yang bersih, jurdil, tanpa kecurangan agar terwujud kepemimpinan nasional yang benar dan kuat yang akan mampu memikul beban amanat penderitaan rakyat dan terpilihnya para wakil rakyat yang amanah yang bisa mengawal pemerintahan dengan benar," demikian dijelaskan KH Muhammad Al Khathath menyampaikan.

Penulis: Antoni Riansyah
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com