30 Mei 2021 | Dilihat: 206 Kali
Presiden PKS Respons PDIP soal Enggan Koalisi di Pilpres 2024
noeh21
 

IJN - Jakarta | Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu mempersilakan jika ada partai politik yang tidak mau berkoalisi lantaran dinilai sah sebagai sikap politik partai.

Pernyataan soa enggan berkoalisi dengan PKS sebelumnya disampaikan PDIP. Partai berlambang banteng itu menutup pintu koalisi dengan PKS dan Demokrat di Pilpres 2024."Beberapa waktu yang lalu ada sikap partai tidak mau berkoalisi dengan PKS, silakan saja itu sikap politik. PKS akan tetap bagaimana dengan jati dirinya, tapi tidak melepaskan silaturahim dengan berbagai elemen bangsa,"kata Syaikhu saat orasi kebangsaan dalam agenda Puncak HUT PKS Ke-19, dilansir CNNIndonesia, Minggu 30 Mei 2021.

Baca Juga: Pilpres 2024: PDIP Siap Koalisi dengan Gerindra, Menolak Demokrat dan PKS

Syaikhu menekankan, silaturahmi kebangsaan justru menjadikan sikap politik semakin moderat karena dapat membangun titik temu dan menghormati perbedaan pandangan.

"Kalau ternyata dipertemukan juga nggak memungkinkan dan mungkin akhirnya menjadi sikap politik yang berbeda. Ya ini kita tasamuh (saling menghormati) dan kita rasa hormat juga akan diberikan," ucap dia.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan, akhir-akhir ini politik di Indonesia semakin terpolarisasi akibat Pilpres 2014 dan 2019 serta beberapa pilkada.

Baca Juga: PKS Kritik TWK KPK: Teriak Saya Pancasila tapi Korupsi

Kondisi polarisasi politik tersebut, kata dia, harus diminimalisasi agar tidak menjadi faktor yang menyebabkan perpecahan dan pertikaian sesama anak bangsa.

"Silaturahim kebangsaan adalah ikhtiar untuk memberikan keteladanan bahwa di tengah perbedaan pandangan politik yang semakin terbelah, kita masih bisa membangun berbagai macam kesamaan pandangan sebagai bangsa," ucap dia

Diketahui, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sebelumnya mengatakan partainya menutup pintu berkoalisi dengan PKS dan Partai Demokrat di Pilpres 2024.

Baca Juga: BIN Ungkap 3 Front Aktif Dukung Referendum di Papua

Ia menyatakan PDIP lebih terbuka untuk berkoalisi dengan Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) karena alasan kesamaan ideologi.

Hasto bilang basis ideologi partainya dengan PKS dan Demokrat berbeda. Menurutnya, PDIP adalah partai ideologi yang juga bertumpu pada kekuatan massa.

"PDIP berbeda dengan PKS, karena basis ideologi beda sehingga sangat sulit untuk koalisi dengan PKS," kata Hasto dalam diskusi yang digelar PARA Syndicate, Jumat (28/5).
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com