04 Juli 2020 | Dilihat: 825 Kali
Terkait Ultimatum Anggota DPRK, ARPA Soroti Ruang Demokrasi Aceh Timur Terancam
noeh21
Eri Ezi, Ketua Arah Pemuda Aceh (ARPA).
 

IJN - Aceh Timur | Ketua Arah Pemuda Aceh (ARPA), Eri Ezi, menyoroti soal ruang demokrasi yang kini sedang terancam di Kabupaten Aceh Timur, Sabtu, 4 Juli 2020.

Eri Ezi atau yang akrab di "Bung Eri" ini kepada Indojayanews.com mengatakan, setiap warga negara harus merawat ruang demokrasi. Demokrasi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, yang melekat pada ruang berfikir, dan ruang berekspresi. Karena itu sangat fundamental dalam demokrasi, apalagi semua itu telah diatur dalam konstitusi negara.

"Setiap orang harus merawat Demokrasi untuk membawa perubahan pada cita-cita bersama. Ruang berfikir dan ruang berekspresi adalah hal yang paling fundamental dalam sistem demokrasi," kata Eri.

Hal ini disebabkan oleh statment salah seorang anggota Legislatif terpilih Aceh Timur, Muhammad atau Ahmad Leumbeng. Ia menilai wakil rakyat ini telah mengancam demokrasi dan juga pluralisme di Aceh Timur.

"Dia itu anggota dewan, wakil rakyat, kemudian dia mengutilmatum Yunan Nasutian, yang kebetulan bukan suku Aceh karena telah melaporkan sejumlah akun media sosial yang telah mencemarkan namanya. Sikap seperti ni bisa menjadi ancaman bagi demokrasi kita, juga bisa menciptakan konfrontasi terhadap kondisi Aceh Timur," katanya.

Baca juga: Amat Leumbeng Ultimatum Yunan Nasution

Eri menambahkan, soal melaporkan beberapa akun yang di anggap telah memfitnah, mengancam dan pelanggaran hukum lain terhadap pribadi Yunan, itu adalah haknya sebagai warga negara.

Lebih lanjut, jangan ilfiel karena orang berpendapat, itu adalah esensi dari demokrasi. Seharusnya dia (Ahmad Leumbeng) sebagai legislatif paham kapan dia harus angkat bicara, paham ketika dia bertidak, juga paham terhadap kondisi masyarakat Aceh Timur. "Jangan hanya ikutan-ikutan bicara pada ruang pluralisme," tegas Eri.

Sebut Orang PKI di Medsos, Diduga Akun FB Milik Ketua FPI Aceh Timur Dilaporkan ke Polda Aceh

Putra asli Aceh Timur ini juga mengatakan, seharusnya Anggota DPRK Aceh Timur itu mengerti tugas pokok dan fungsi wakil rakyat itu apa, agar tidak terkesan mencari panggung diruang yang tidak pantas sebagai seorang legislator.

"Ini kesannya seperti mencari panggung. Namun ditempat yang salah, kasihan masyarakat yang telah memilihnya. Seharusnya kawan ini mengerti Tupoksi DPR itu apa, dan sangat diperlukan suara lantangnya itu ketika berada dalam ruang rapat, guna memperjuangkan aspirasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Aceh Timur untuk mewujudkan kesejahteraan dalam jangka panjang," tandasnya.


Penulis : Mhd Fahmi
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com