31 Desember 2020 | Dilihat: 1121 Kali
Tiyong Apresiasi Perhatian dan Kinerja Presiden Jokowi Untuk Aceh
noeh21
Samsul Bahri akrab disapa Tiyong, Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA) dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)
 

IJN - Banda Aceh | Sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia (RI) pada 2014 lalu, Presiden Joko Widodo telah banyak memberikan perhatian kepada Aceh. Hal ini ditunjukkan dengan seringnya Presiden Jokowi datang langsung ke Aceh. 
 
Bahkan, pada tahun 2020 tercatat dua kali Presiden Jokowi berkunjung ke Aceh. Hal yang tidak pernah dilakukan oleh Presiden- Presiden sebelumnya. 
 
Tidak hanya sebatas kunjungan kerja, komitmen Presiden Jokowi untuk Aceh dibuktikan dengan ditetapkan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) di Aceh. 

Baca Juga : GP Ansor Ajak Eks Kader FPI Gabung NU atau Muhammadiyah

Diantaranya bendungan Rajui yang telah selesai dikerjakan dan sudah di fungsikan, berikutnya 4 paket ruas jalan tol yang sedang dan akan dibangun, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, bendungan Keureuto dan bendungan Rukoh yang sedang dalam proses konstruksi. Serta proyek pembangunan Daerah Irigasi (DI) Lhok Guci Aceh Barat dan DI Jambo Aye Aceh Utara. 
 
Selain PSN, Presiden Jokowi juga telah setuju memperpanjang Dana Otsus untuk Aceh dalam kampanye di Lhokseumawe pada tahun 2019 lalu. 
 
Hal itu diungkapkan, Samsul Bahri akrab disapa Tiyong, Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA) dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dengan memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo.
 
"Kami sebagai anggota DPRA maupun atas nama Partai Nanggroe Aceh (PNA) tentu saja memberikan apresiasi kepada Presiden Jokowi atas berbagai perhatian yang telah diberikan untuk Aceh,"ungkap Tiyong kepada INDOJAYANEWS, Kamis 31 Desember 2020.

Baca Juga : Selain Resmikan Jalan Tol Sibanceh, Presiden Jokowi Serahkan Bantuan Ke Pelaku Usaha
 
Tiyong juga mengucapkan terima kasih atas komitmen pembangunan yang telah dan akan dilaksanakan Presiden Jokowi di Aceh. "Kita tau di Aceh Pak Jokowi tidak mendapatkan dukungan politik yang signifikan dalam Pilpres lalu. Namun hal itu tidak mengurangi perhatian dan komitmen Pak Jokowi untuk Aceh,"ucapnya.
 
"Beliau (Presiden Jokowi - read) tidak menjalankan politik balas dendam, malah legowo dan berbesar hati. Ini yang patut kita berikan apresiasi yang setinggi-tingginya," ungkap Tiyong.
 
Selain itu, Tiyong mengakui Presiden Jokowi memiliki komitmen yang tinggi untuk melanjutkan agenda perdamaian Aceh. Hal itu dibuktikan dengan menunjuk Kepala KSP,  Moeldoko untuk memfasilitasi berbagai kendala dalam implementasi UU No. 11 Tahun 2006 atau UUPA. 
 
"Itu artinya secara politik beliau sudah menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan poin-poin UUPA, tinggal menyelesaikan persoalan teknis di level Kementerian dan Lembaga. Sekarang tergantung pada Pemerintah Aceh dan DPRA dalam mengawal proses ini,"pintanya.

Baca Juga : Jokowi Kunjungi Aceh, Satu Juta Masker Mendarat di Bandara SIM

Dalam perpanjangan Dana Otsus Aceh, Tiyong menjelaskan, Presiden jokowi sudah memberi lampu hijau saat kampanye Pilpres lalu. Namun implementasinya baru bisa dilakukan dengan cara revisi UUPA. 
 
"Nah, sekarang bagaimana kita mengawal proses revisi ini agar hasilnya sesuai dengan harapan seluruh rakyat Aceh. Kita meyakini Pak Jokowi akan mendukung penuh revisi UUPA untuk perpanjangan Dana Otsus, sebagaimana beliau mendukung revisi Undang- Undang Otsus Papua,"jelas Tiyong.

​​Tiyong mengajak seluruh rakyat Aceh untuk memberikan dukungan politik secara penuh kepada Presiden Jokowi hingga akhir masa jabatan.
 
"Dengan begitu semua agenda pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo di Aceh dapat terlaksana seluruhnya. Kita sudah melihat hasilnya dengan mulai beroperasinya jalan tol Sibanceh. Tentu kita juga ingin secepatnya merasakan manfaat dari berbagai proyek strategis lainnya,"Tutup Tiyong


Penulis : Hendria Irawan
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com