17 Juli 2020 | Dilihat: 198 Kali
Soft Launching Produk Incinerator Pemusnah Sampah STUNGTAxPINDAD
Heri Heriswan: Unik, Varian Baru Pindad Ini 
noeh21
 

IJN – Bandung | Melanjut MoU antara PT. Pindad (Persero) dengan PT. Top Tekno Indo (Hejotekno) pada bulan Februari 2020 lalu, kini setelah hampir satu semester kemudian tepatnya pada Kamis, 16 Juli 2020 telah berlangsung soft launching product incinerator yang kini berubah nama menjadi STUNGTAxPINDAD di Komplek PT Pindad Jl. Gatot Subroto No. 517 Kiaracondong, Bandung.

Performa STUNGTAxPINDAD ~ Smokeless Incinerator adalah mesin incinerator ramah lingkungan, telah teregistrasi Teknologi Ramah Lingkungan dari KLHK-RI. Mesin ini dikenal sebagai produk incinerator pertama di Indonesia yang secara voluntary menjalankan proses SNI insinerator.

Pihak tuan rumah PT. Pindad (Persero) yang diwakili Heri Heriswan, Direktur Bisnis Produk Industrial, dan Wiweka Hernadi, GM Peralatan Industri dan Jasa, tampak mengapresiasi acara peluncuran ini. Menurut keduanya, STUNGTAxPINDAD dapat dianggap sebagai produk bangsa yang dapat dibanggakan, “ini merupakan solusi penanganan sampah secara berkualitas, dan mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku.”

Lebih jauh menurut Heri Heriswan:“Saatnya kita menghargai produk unggulan dari dalam negeri. Varian baru dari Pindad ini amatlah unik. Secara umum ini bersinggungan dengan peningkatan aspek lingkungan, pengembangan sosial, dan kesehatan. Dikaitkan dengan situasi pandemi Covid-19, kehadirannya dapat menjadi salah satu solusi masalah lingkungan dan kesehatan.”

Wiweka Hernadi sendiri kala ditanya tentang produk ini usai mengetahu kierjanya melalui demo di lapangan: ”Ini hal yang inovatif bagi perbaikan lingkungan, sampah dari hulu ditingkat rumah tangga utamanya bisa diselesaikan demi mengurangi penyebarannya ke TPA yang kerap bermasalah.”

Sementara itu Betha Kurniawan, Direktur Utama PT. Top Tekno Indo (Hejotekno) yang merupakan salah satu pimpinan di divisi teknologi Gerakan Hejo menuturkan: “Kini performance STUNGTAxPINDAD ~ Smokeless Incinerator setelah dikolaborasikan dengan PT. Pindad (Persero) hampir 90% tampil lebih fresh, lebih ergonomis plus dengan peningkatan kualitas material dan kinerja-nya,”

Betha menuturkan bahwa STUNGTAxPINDAD siap disuguhkan untuk menjadi bagian dari solusi penanganan sampah dengan konsep zero waste untuk Indonesia, khususnya untuk Jawa Barat dan Program Citarum Harum yakni revitalisasi ekosistem di DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum serta DAS lainnya di Indonesia.

Kelebihan lain dari ‘STUNGTA versi Pindad’ menurut Betha di antaranya flow negatif chamber berfungsi secara smokeless (nir asap), ketika membuka pintu input sampah, sehingga proses kontinuitas input sampah lebih optimal. “ Barang tentu banyak penguatan struktur dan material. Ini menambah umur pakai mesin yang mampu menyisakan sampah hanya 5% berupa residu pasir, dengan rata-rata kapasitas 200 kg per jam.”

PDU Jelegong

Hadir pula Eka Santosa, Ketua Umum DPP Lembaga Gerakan Hejo yang selama ini mendorong Hejotekno untuk terus berkiprah dan memberikan kemanfaatan khususnya di bidang teknologilLingkungan.

“Darurat sampah ini terjadi sejak tahun 2000-an. Sayangnya, kita masih berkutat menyelesaikannya dengan cara-cara konvensional, mahal dan tidak efisien. Jalurnya masih di seputar rumah tangga atau industri penghasil sampah atau limbah ke TPS, lalu TPA. Alur ini masih sangat riskan baik secara ekonomi maupun kesehatan lingkungan".

Secara terpisah, masih kata Eka,“saatnya kita mengolah sampah dari sumbernya (hulu), memilah sampah ekonomis dan non-ekonomis, organik dan an-organik, selanjutnya dimanfaatkan. Lalu, lalu residunya dimusnahkan memakai mesin ini, sehingga mengurangi beban pengiriman sampah ke TPA,” ujarnya sambil menambahkan – “Penasaran dengan keberhasilan pemusnahan sampah setelah diambil manfaatnya, silahkan hadir di PDU (Pusat Daur Ulang) Jelegong di Kabupaten Bandung.” (Harri Safiari)

Terkait

Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com