01 Okt 2026 | Dilihat: 53 Kali

Aduan Warga via 110, Polisi Amankan Pelajar Bolos

noeh21
Sejumlah pelajar bolos sekolah ditemukan petugas Polres Bireuen berkeliaran diluar sekolah pada saat jam belajar. Foto: IJN/ Dok. Humas Polres Bireuen.
      
IJN - Bireuen | Aduan masyarakat melalui layanan Call Center Polisi 110 langsung ditindaklanjuti Polres Bireuen. Sejumlah pelajar yang diduga bolos sekolah ditemukan berkumpul di sebuah kios di kawasan Simpang Cureh, Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, Rabu, 30 September 2026.
 
Mendapat informasi tersebut, Pamapta I Polres Bireuen IPDA Kahar Muzakkar, S.H., bersama personel piket fungsi dan Polsek Kota Juang bergerak ke lokasi.
 
Petugas kemudian mendapati sejumlah pelajar berada di dalam dan belakang kios saat jam belajar berlangsung. Mereka selanjutnya dibawa ke Polsek Kota Juang untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.
 
Hasil pendataan awal menunjukkan para pelajar tersebut berasal dari SMAN 2 Bireuen, SMAN 3 Bireuen, SMKN 1 Bireuen dan MTsN 2 Bireuen.
 
Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K., melalui Pamapta I IPDA Kahar Muzakkar mengatakan, penanganan terhadap para pelajar tersebut mengedepankan langkah pembinaan dan pencegahan.
 
“Para pelajar kami amankan karena ditemukan berkumpul di luar sekolah pada jam belajar. Selanjutnya dilakukan pendataan dan pembinaan. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta memanggil orang tua,” kata IPDA Kahar.
 
Ia mengapresiasi masyarakat yang telah memanfaatkan layanan Polisi 110 untuk menyampaikan informasi tersebut. Menurutnya, laporan masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam pengawasan generasi muda.
 
Polres Bireuen juga mengingatkan orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama pada jam sekolah. Pihak sekolah diharapkan segera berkoordinasi dengan orang tua apabila terdapat siswa yang tidak mengikuti proses belajar mengajar.
 
“Pengawasan terhadap pelajar merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengedepankan pembinaan agar para pelajar kembali mengikuti kegiatan belajar dan tidak mengulangi perbuatannya,” pungkasnya.
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin