24 Mei 2018 | Dilihat: 190 Kali
Kapolri sebut pelibatan TNI tangani teroris mirip Operasi Tinombala
noeh21
 

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan bahwa bergabungnya TNI dalam pengungkapan kasus terorisme saat ini mirip dengan Operasi Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah. Dalam operasi itu TNI dan Polri bersatu buat menangani teroris.
 
"Saya berpendapat bahwa, yang terjadi saat ini adalah mirip dengan Operasi Tinombala, di mana kekuatan TNI dan Polri bergabung dalam rangka sama-sama menangani itu (terorisme)," ungkap Tito di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (22/5).
 
Menurut Tito, operasi bersama TNI ini 75 persennya menekankan ke sektor intelijen. Sementara di bidang penindakannya hanya 5 persen.
 
"Kemudian 20 persennya yaitu di bidang pemberkasan, agar bisa masuk ke pengadilan. Karena negara ini adalah negara demokrasi yang mengutamakan supremasi hukum," ucap Tito.
 
Tito mengaku bahwa pelibatan TNI dalam penanganan kasus terorisme sudah disetujui oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Oleh sebab itu, nantinya TNI akan turut serta membantu Polri dalam operasi penanganan terorisme.
 
"Saya justru meminta kepada bapak Panglima TNI untuk kekuatan dari TNI, untuk masuk bergabung dalam operasi ini," ucap Tito.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menilai pembentukan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI, sebagai bentuk menciptakan rasa aman di masyarakat.
 
"Pemerintah dalam proses komando operasi khusus gabungan yang berasal dari Kopassus, Marinir, Paskhas, dalam rangka beri rasa aman pada rakyat," ujar Jokowi.
 
Meski membentuk Koopssusgab TNI, kata Jokowi, tindakannya dalam memberantas teroris di Tanah Air dilakukan apabila situasi sudah di luar kapasitas Polri.
 
"Artinya, tindakan preventif lebih penting dibandingkan langkah represif," ucap Jokowi.
 
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com