16 September 2020 | Dilihat: 87 Kali
Lanud Sabang Latihan Menembak Bersama Eksekutif
noeh21
Latihan Menembak bersama eksekutif. Foto IIN
 

IJN - Sabang | Mempererat sinergitas Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) Kota Sabang, Danlanud Maimun Saleh ajak para Forkopimda latihan menembak bersama dilapangan tembak Antarikse Lanud Maimun Saleh, Rabu 16 September 2020.

Latihan menembak bersama dengan para Eksekutif kota sabang ini sebenarnya agenda rutin Lanud MUS yang dilakukan tiga bulan sekali untuk mengasah keterampilan menembak para anggotanya baik perwira maupun anggota biasa, namun hari hari barengi dengan latihan bersama para eksekutif atau forkopimda kota Sabang.

Komandan Lanud Maimun Saleh Sabang Letkol Pnb Daryanto mengatakan,hari ini kita sedang latihan menembak laras pendek, namun saya sudah agendakan bahwa ini menembak eksekutif, artinya latihan menembak eksekutif ini untuk menjalin silaturahmi antara forkopimda dan ketua –ketua instansi maupun kelompok lainnya yang ada di sabang.

Menurutnya kegiatan menembak ini merupakan salah satu ajang untuk menyatukan visi misi memajukan kota Sabang, jadi para pimpinan instansi berkumpul dan saling sharing memberi masukan maupun tukar pendapat.

“jadi kita bisa satu suara, satu visi misi, bisa saling memberikan saran atau saling curhat tentang masalah instansinya masing-masing hingga kedepan nanti, tekad kita untuk memajukan kota sabang akan bersinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Kota, maupun masyarakat sekitar, serta Instansi-instansi yang lain,hingga nanti kita jalannya kompak,” harap Danlanud.

Walaupun nantinya mempunyai ide yang berbeda-beda itu tidak menjadi masalah karena itu bisa dimusyawarahkan karena saling kumpul dengan adanya event ini, saya juga tidak bermaksud membuad TNI AU terkenal dengan event ini, tetapi tujuan utama yaitu menjalin silaturahmi.

Ditambahkan Danlanud, Selain sebagai ajang silaturahmi sesama forkopimda, latihan menembak ini sebenarnya salah satu latihan rutin prajurit TNI AU yang dilakukan tiga bulan sekali untuk mengasah keterampilan Prajurit Lanud Mus.

“Ini yang kita capai adalah profesionalisme prajurit TNI dan militansi, dengan pengenalan senjata akan menggugah lagi jiwa para anggota, sesuai dengan filosofi para TNI bahwa senjata adalah istri kedua mereka, “jadi kita harus memahami senjata apa yang kita pegang ”.

Terakhir dikatakan Danlanud, memegang senjata sebenarnya sangat dilarang hanya diperbolehkan bagi orang tertentu dengan psikologi yang baik, karena biasanya  jika kita memegang sesuatu yang membuat diri kita bangga atau merasa kuat cenderung membuad temperamen dan sangat rawan.

Para anggota kita batasi untuk penggunaan senjata, artinya sehari-hari prajurit TNI tidak seenaknya menggunakan senjata dan kita salurkan dengan kegiatan menembak secara rutin tiga bulan sekali untuk mengasah keterampilan. 

Penulis : IIN
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com