23 Oktober 2018 | Dilihat: 297 Kali
Terkait Insiden Pembakaran, Polda Aceh Copot Kapolsek Bendahara
noeh21
Pembakaran kantor Polsek Bendahara. Foto Dok IJN
 

IJN | Aceh Tamiang - Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak mencopot Kapolsek Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Ipda Iwan Wahyudi dari jabatannya, Selasa 23 Oktober 2018.

Pencopotan itu tak lama setelah insiden pembakaran seluruh bangunan markas polsek itu oleh massa dari Desa Tanjung Keuramat, Kecamatan Banda Mulia, Kabupaten Aceh Tamiang.

"Hari ini langsung dicopot jabatan Kapolseknya. Ini perintah atasan," kata Waka Polres Aceh Tamiang Kompol M. Nuzir saat diwawancarai wartawan saat meninjau kantor Polsek Bendahara terbakar.

Tidak hanya dicopot jabatan, kata Kompol M. Nuzir, Kapolsek dan personel yang piket tadi malam akan diproses hukum. "Bila terbukti ada terjadi yang melanggar aturan, maka Kapolsek dan personel piket akan ditindak sesuai aturan hukum," tegas Kompol M. Nuzir.

Selain Kapolsek yang dicopot, tambah M. Nuzir, sejumlah peronel piket tadi malam juga akan dipindahkan tugas.

Baca Juga : Mapolsek Bendahara Dibakar Massa

Semnetara itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polda Aceh Kombes Pol Misbahul Munauwar dilansir dari Kompas menyebutkan, pencopotan itu terkait dugaan bahwa ada kesalahan prosedur dalam penangkapan tersangka kasus narkotika yang dilakukan Ipda Iwan bersama personelnya.

“Ada tersangka narkoba yang ditangkap berinisial M (31) warga Desa Tanjung Keuramat, Kecamatan Banda Mulia, Aceh Tamiang. Ditemukan barang bukti, lalu dilakukan pengembangan. Saat itu, apakah tersangka lari atau bagaimana, yang jelas tersangka meninggal dunia. Ini diduga ada kesalahan prosedur dan itu pula sikap Kapolda mengusut tuntas insiden itu,” sebut Misbahul.

Dia menegaskan, Polda Aceh berjanji akan mengusut seluruh personel yang terlibat dalam penangkapan tersangka itu. Saat ini, seluruh personel itu diamankan dalam ruangan satuan provost Polres Aceh Tamaing.

“Kami usut tuntas dugaan pelanggaran itu. Kami berjanji akan mengumkan hasil penyelidikan ini pada masyarakat. Ini upaya kami menegakkan kebenaran dan masyarakat harus paham kami juga ingin seluruh proses penegakan hukum sesuai aturan,” tegas Misbahul.

Dia menegaskan, penyidikan terhadap Kapolsek dan jajarannya akan dilakukan secara transparan dan terbuka. “Perintah Kapolda sudah jelas, usut tuntas seluruh personel yang terlibat dalam kasus itu. Jika ditemukan kesalahan, maka sanksinya tegas, apakah sidang etik atau lainnya, itu kami lihat nanti hasil penyelidikannya,” pungkas Kombes Misbahul.

AKP Sumasdiono Kapolsek Bendahara

Setelah mencopot Ipda Iwan Wahyudi sebagai Kapolsek Bendahara, Polda Aceh langsung menunjuk AKP Sumasdiono SH sebagai Kapolsek Bendahara, yang sebelumnya bertugas di Ditreskrimum Polda Aceh.

Hal tersebut berdasarkan surat keputusan Kapolda Aceh nomor KEP/300/X/2018 tanggal 23 Oktober 2018. Iwan Wahyudi dimutasikan sebagai Perwira Pertama Bidpropam Polda Aceh (Dalam rangka pemeriksaan).

Sebelumnya diberitakan, seratusan massa dilaporkan membakar Markas Polisi Sektor (Mapolsek) Bendahara, di Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (23/10/2018) siang. Peristiwa itu dipicu isu yang beredar bahwa ada tahanan narkoba yang ditangkap namun meninggal dunia di mapolsek tersebut. (Hen)

Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com