03 April 2019 | Dilihat: 347 Kali
Yusep Sudrajat Letakkan Batu Pertama Pemusnah Sampah di Bandung
noeh21
Kol. Inf. Yusuf Sudrajat, DanSektor 21 Citarum Harm (tengah)  saat peletakan batu pertama alat pemusnah sampah di Ponpes Al Quran Al Falah,  Nagreg Kab.  Bandung (Jabar)  pada Rabu,  3 April 2019
 

IJN - Bandung | Ada pemandangan tak biasa di Ponpes Al-Quran Al Falah 2 Nagreg di Jl. Raya Nagreg No. 35 Pamucatan Nagreg Kendan Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hari Rabu itu bertepatan perayaan Isra Miraj pada 3 April 2019,  Kol. Yusep Sudrajat selaku Dansektor 21 Program Citarum Harum, memenuhi janjinya. Sesuai janjinya pada kunjungan pertama (28/3/2019), akan memasang incinerator pemusnah sampah yang ramah lingkungan dan hemat enerji.

“Nah, adik-adik ternyata janji saya dan rekan yang peduli lingkungan, kesampaian juga. Satu atau dua minggu alat pemusnah sampah yang kita idam-idamkan, semoga bisa terwujud. Hari ini peletakan batu pertamanya,” sambut Yusep yang mengundang tepuk tangan dari ratusan santri.

Masih dalam sambutannya Yusep memaparkan daya musnah alat ini. Daya kerjanya sebanyak 1 ton (8 jam kerja) sampah organik dan non organik, katanya. Harapannya, secepatnya bisa menanggulangi bertumpuknya sampah di Ponpes ini. Apresiasi kepada perintis penciptaan mesin pemusnah sampah ini pun, seperti Haji Ade dan rekan-rekannya yang hadir dalam acara ini, pun diutarakan. Termasuk atas keterlibatan tokoh daerah setempat Joko Purnomo dan Aep, tertuju dalam hal prakarsa dan urun rembug pengadaannya.

Baca juga : Yusep Sudrajat Minta Tangani Sampah Biar Sungai Citarum Bersih

“Mustahil tanpa keterlibatan para tokoh ini, peralatan yang kita idam-idamkan bisa terwujud,’ sambut Yusep yang diamini adik kandung pimpinan Ponpes Al Falah KH Cecep Abdullah, yakni Ahmad Syukrillah Lc yang sehari-hari menangani bidang Sarana & Prasarana di Ponpes Al Falah.

Terpisah, masih di tempat yang sama Ahmad Syukrillah kepada IndoJayaNews, mengungkapkan rasa lega dan terima kasih atas prakarsa pemasangan alat pemusnah sampah,  dan bantuan lainnya berupa material bangunan paving blok untuk mempercantik sarana lapangan olahraga.

“Paling akhir, di sini sudah hampir selama dua bulan sampah menumpuk. Besyukur kehadiran rombongan Pak Yusep, masalah ini bisa ditanggunglangi mulai beberapa minggu ke depan.”

Ditelisik lebih seturut pernyataan Ahmad Syukrillah, keberadaan TPPAS Legoknangka yang berlokasi di Blok Legoknangka, Desa Ciherang dan Desa Nagreg, Kecamatan Nagreg di Kabupaten Bandung, yang hanya kurang dari 5 Km dari Ponpes ini sejak tahun 2017, sejak semula diproyeksikan sebagai tempat pengolahan sampah terpadu di Bandung Raya:

“Hingga kini pengoperasiannya, belum ada kepastian. Makanya, lebih baik dengan alat dari Pak Yusep dan rekan-rekan, Ponpes bisa mandiri mengolah sampah. Ini jauh lebih baik sebagai media pendidikan lingkungan hidup bagi para santri. Jangka panjang, Sungai Citarum pun bisa benar-benar harum lagi, bebas dari sampah” jelas Ahmad Syukrillah yang diamini Haji Ade.

“Terpenting, dengan alat ini santri dan penghuni lainnya justru diberdayakan dalam hal pengolahan sampah. Mau bukti? Nantilah, setelah alat ini beroperasi, kita buktikan. Sampah yang selama ini selalu menjadi biang masalah, bisa saja nanti menjadi berkah,”pungkas Haji Ade dengan nada optimis.

Penulis : Harri Safiari 

Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com