24 April 2022 | Dilihat: 441 Kali
Citilink Siagakan hingga 37 Pesawat Jelang Mudik Lebaran
noeh21
Ilustrasi
 

IJN - Jakarta | Citilink mengalokasikan hingga sebanyak 37 pesawat untuk beroperasi selama periode peak season Lebaran 2022.
 
VP Corporate Secretary & CSR Citilink Diah Suryanti menjelaskan selama periode awal April ini, tingkat keterisian pesawat atau load factor Citilink sudah mencapai 75 persen. Padahal, lazimnya tren penumpang mengalami penurunan pada periode puasa.
 
Dengan melihat tren tersebut, dia berharap periode lebaran 2022 ini animo masyarakat bakal lebih tinggi setelah dua tahun tidak mudik. Tingginya minat masyarakat untuk bepergian juga didukung dengan adanya libur dan cuti bersama pada Idulfitri 2022
 
“Kami sekarang punya 33 pesawat yang operasional. Mendekati peak season, kemungkinan kami tambah hingga 35-37 pesawat yang sudah serviceable. Kami akan optimalkan untuk itu,”ujarnya dikutip, Minggu 24 April 2022.
 
Diah pun membenarkan bahwa selama pandemi Covid-19, terdapat sejumlah pesawat yang sudah jatuh jatuh tempo untuk melakukan pembayaran dengan para lessor. Tetapi, dia memastikan dengan jumlah pesawat yang dimiliki saat ini masih layak untuk digunakan dalam melayani operasi penerbangan selama Ramadan 2022.
 
Maskapai penerbangan nasional diperkirakan menaikkan kinerja utilisasi pesawat di tengah isu kekurangan jumlah pesawat agar mampu melayani pergerakan penumpang pada periode Lebaran 2022.
 
Pemerhati penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (JAPRI) Gerry Soejatman menuturkan berdasarkan hasil proyeksi bersama dengan pemerintah, pada angkutan Lebaran 2022 akan ada hampir 9 juta penumpang pesawat.
 
Sementara itu, kapasitas maskapai Indonesia baru mampu melayani 4,5 juta penumpang dengan kondisi jumlah pesawat yang dimiliki saat ini.
 
"Apabila utilisasi pesawat dioptimalkan secara jangka pendek, maka setidaknya bisa melayani 6 juta penumpang," ujarnya, Kamis (21/4).
 
Namun demikian, dia juga memperkirakan jumlah penumpang pesawat pada periode Lebaran 2022 ini juga tidak mencapai prediksi sebanyak 9 juta. Prediksi ini didasarkan dari data pergerakan harga tiket untuk penerbangan hingga pekan ketiga Ramadan yang meningkat tetapi banyak yang masih jauh dari Tarif Batas Atas (TBA).
 
Saat ini, Gerry berpendapat dalam kondisi keuangan maskapai yang baru mulai pulih, jumlah pesawat harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing maskapai.
 
"Untuk lebaran palingan dengan menambah utilisasi pesawat. Namun masalah bagi maskapai kan tidak hanya di situ saja," ujarnya.
 
Menurutnya, penambahan utilisasi pesawat harus melihat beberapa faktor. Faktor tersebut di antaranya terkait dengan jumlah pilot yang tersedia saat ini harus diperhatikan agar bisa menambah utilisasi pesawat. Termasuk, kata dia, untuk melihat jumlah kru yang ada saat ini agar bisa sesuai dengan rencana utilisasi pada lebaran nanti.
 
Selain itu, lanjutnya, persoalan sumber daya dan rencana pemeliharaan pesawat juga memerlukan adanya penambahan dan pembelian suku cadang lebih dini.dan ini harus dibeli dulu. Menurutnya, selama semua pemeliharaan dijaga, utilisasi pesawat maskapai bisa ikut ditingkatkan.
 
"Tidak ada istilah pesawat overwork jika maintenance parts & personel, serta kru sudah disiapkan. Pengawasannya dengan audit persiapan, dan pemantauan selama musim Lebaran harus ditingkatkan," imbuhnya.
 
 
 
Sumber : Bisnis.com
Kantor Media Indojayanews.com
Klik Di Sini
Jl. Mesjid, Punge Ujung, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh.
Email : redaksiindojaya@gmail.com
Telp. 0821-6735-4345 - 0811 681 450


Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com