23 Sep 2021 | Dilihat: 572 Kali

Aktivis Pendidikan: Hendra Budian Harus Contoh Kapolda dan Pangdam

noeh21
Aktivis Pendidikan Ricky Arasendi (Ist)
      
IJN - Banda Aceh | Aktivis Pendidikan Ricky Arasendi menyerukan pentingnya solidaritas bersama dalam menyukseskan program vaksinasi covid-19 di Provinsi Aceh, seperti yang sudah disampaikan oleh Kapolda Aceh dan Pangdam IM dalam mendukung percepatan vaksinasi siswa.

Baca Juga: BIN Ingatkan Masyarakat Tak Termakan Hoax Soal Vaksin Covid-19

Dikatakan Ricky, Kapolda Aceh dan pangdam IM telah mengapresiasi ketegasan kadis Pendidikan Aceh.

"Harusnya pimpinan DPRA dan anggota DPRA juga ikut membangun solidaritas untuk menyerukan vaksin, agar capaian target bisa dilaksanakan. Bukan malah mengeluarkan pernyataan aneh diluar tugas dan wewenangya,"kata Ricky seperti diterima INDOJAYANEWS.COM, Kamis 23 September 2021.

Baca Juga: Dukung Disdik Aceh, Kapolda Ajak Semua Pihak Bersama-sama Perangi Covid-19

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil ketua DPRA Hendra Budian jamin tak ada pencopotan Kepsek dan pemotongan BOS, terkait vaksinasi, Rabu (22/9) kemarin, di salah satu surat kabar di Aceh.

Menurut Ricky Arasend, hal tersebut merupakan pernyataan aneh.

"(Hendra-red) terlalu berani “menjamin tidak ada pencopotan kepsek” ini berbanding terbalik apabila kita melihat tatib DPRA nomor 1 tahun 2019 pada Bab II di jelaskan Fungsi, Tugas, Dan wewenang serta Kedudukan DPRA. Pada pasal 2 DPRA memiliki 3 fungsi yaitu a.Legislasi, b.Anggaran, c.Pengawasan, sedangkan tugas dan wewenang terdapat pada pasal 23 yang memiliki 7 poin, Tidak satupun dari tujuh poin tersebut menjelaskan bahwasanya DPRA atau anggota DPRA memiliki hak tau kewenangan dalam menjamin jabatan seseorang apalagi kepala sekolah,"sebut  Ricky yang juga aktivis anti korupsi di Gayo.

"Jadi kalimat “menjamin tidak ada pencopotan kepsek“ adalah kalimat yang menunjukkan pemahaman Hendra tentang hak dan kewenangan seorang anggota DPRA,"ungkapnya

Baca Juga: PW Pemuda Muslim Dukung Disdik Aceh Soal Vaksinasi Siswa

"Tentu kita tidak mau sekolah-sekolah di Aceh menjadi kluster baru covid-19 saat pembelajaran tatap muka, seperti yang saya baca dari (katadata.com) 1.303 sekolah sudah menjadi kluster covid saat PTM dan terbanyak dari jatim dari 165 kluster 917 guru dan 2.507 murid yang terinveksi,"jelasnya

Dia berharap seluruh elemen pemerintah dan masyarakat bergandengan tangan dalam melawan covid-19


Penulis: Hendria Irawan
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas