11 Jul 2023 | Dilihat: 511 Kali

BKKBN Aceh Laksanakan Forum Koordinasi Stunting di Aceh Tamiang

noeh21
Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh melaksanakan Forum Koordinasi Stunting tingkat Kabupaten Aceh Tamiang, di Best cafe Selasa 11 Juli 2023. Foto. Humas BKKBN Aceh
      
IJN - Aceh Tamiang | Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh melaksanakan Forum Koordinasi Stunting tingkat Kabupaten Aceh Tamiang, di Best cafe Selasa 11 Juli 2023.
 
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Husni Thamrin,SE, MM, Kapokja perencanaan Dini Ramadini. S.Sos dan Kapokja Umum Humas Bahri Asmawi.

Sementara itu, dari unsur Pemerintahan Daerah hadir Sekda Aceh Tamiang Drs Asra selaku Ketua Tpps Aceh Tamiang, Kepala Dinas Kominfo Bastian, S.Kom, Kepala OPD KB Mix Donal dan Kabid PP dan KB Syarifah Hariani, SKM, M.Kes dan jajaran.
 
Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Husni Thamrin, SE, berharap dapat menurunkan angka Stunting menjadi 14 persen sesuai dengan peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dan peraturan BKKBN nomor 12 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional percepatan penurunan stunting Indonesia tahun 2021-2024 (RAN-PASTI)
 
"Perpres 72 tahun 2021 menyatukan kita menjadi satu bendera Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) untuk saling bekerjasama, oleh karenanya lintas sektor harus bersatu dalam upaya penurunan stunting di daerah kita ini, "jelasnya

Menurutnya, mulai Agustus tahun ini Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menjadi Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. "Kita wajib Perhatikan bumil yang Kekurangan Energi Kronik (KEK) karena ini sangat berpotensi melahirkan anak anak stunting, jadi harus kita lakukan pendampingan dan tidak kalah pentingnya pembentukan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS),"katanya.
 
Dia juga mencontohkan seperti yang dilaksanakan oleh Pemkot Langsa dengan membagi habis anak stunting kapada seluruh stakeholder baik pemerintah maupun swasta, sehingga seluruh anak stunting mempunyai bapak asuh (BAAS)
 
Lebih lanjut, Plt menjelaskan, pentingnya pemberian protein Nabati berupa ikan, daging dan tltelur serta protein nabati berupa biji bijian dan kacang kacangan sehingga generasi kedepan terbebas dari Stunting.
 
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Drs.Asra saat membuka kegiatan Forum koordinasi Stunting tersebut menyampaikan sesuai dengan keputusan Bupati nomor 45/53/2023 Kabupaten Aceh Tamiang telah membentuk tim percepatan penurunan Stunting di Aceh Tamiang.

"Dengan telah dilakukan 8 aksi integrasi pemetaan untuk mengintervensi penurunan Stunting yaitu dengan menganalisis situasi, merencanakan kegiatan, rembuk Stunting, membuat regulasi melalui perbup, pembinaan KPM, manajemen data, pengukuran dan publikasi serta reviu kinerja dimana aksi integrasi ini sebagai instrumen dalam bentuk kegiatan yang digunakan untuk meningkatkan intervensi penurunan Stunting dikabupaten Aceh Tamiang," ucapnya
 
Adapun lokus Stunting di Aceh Tamiang pada tahun 2021 48 desa dengan prevalensi Stuting 6,23 %, tahun 2023 47 Desa lokus dengan 3,96 % prevalensi dan tahun 2023 meningkat menjadi 60 desa dengan 4,16 prevalensi Stunting.
​​​​​
Sekda Aceh Tamiang, Drs Asra juga menyatakan pemerintah Aceh Tamiang siap melaksanakan 8 aksi konvergensi percepatan penurunan Stunting, memprioritaskan program kegiatan yang mendukung penurunan Stunting terintegrasi serta bekerjasama dengan berbagai stakeholder dalam percepatan penurunan Stunting.



​​​​Editor : Redaksi
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas