30 Apr 2026 | Dilihat: 84 Kali

Bupati Bireuen Tinjau 4 Proyek Strategis Nasional, Pastikan Percepatan Pemulihan Pasca Banjir

noeh21
Bupati Bireuen Ir Mukhlis, ST (memakai rompi warna abu abu) saat meninjau pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum Kecamatan Kutablang. Foto: IJN / Amiruddin.
      
IJN - Bireuen | Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, turun langsung ke lapangan untuk meninjau progres pembangunan empat proyek infrastruktur strategis yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Rabu, 29 April 2026.

Peninjauan ini dilakukan sebagai upaya percepatan pemulihan daerah pasca bencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.
 
Kepala Bagian Prokopim Setdakab Bireuen, Mursyidin kepada IJN mengatakan, Bupati bersama rombongan meninjau empat titik strategis yakni: pembangunan Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Jembatan Duplikasi Teupin Mane di Kecamatan Juli, proyek Sekolah Rakyat (SR) di Gampong Beunyoet, serta tanggul darurat Bendung Irigasi Pante Lhong di Kecamatan Juli.
 
Pada kegiatan tersebut, Bupati Mukhlis menegaskan, keberadaan jembatan Krueng Tingkeum dan Teupin Mane sangat vital sebagai penghubung utama aktivitas masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran distribusi ekonomi.
 
“Dua jembatan ini merupakan urat nadi transportasi masyarakat. Kami minta pelaksana bekerja lebih maksimal tanpa mengabaikan kualitas. Akses harus segera pulih agar roda ekonomi kembali bergerak normal,” harap Mukhlis. 
 
Disebutkan, berdasarkan laporan pelaksana proyek, pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk telah mencapai progres 42 persen dan ditargetkan rampung pada Juli 2026.

Sementara itu, Jembatan Teupin Mane yang dikerjakan PT. PP (Persero) Tbk baru mencapai 17 persen, dengan target dapat difungsikan pada Agustus 2026.
 
Kepada masyarakat pengguna jembatan tersebut, Mukhlis juga mengingatkan supaya mematuhi aturan penggunaan jembatan bailey yang saat ini difungsikan sebagai jalur alternatif, khususnya terkait batas maksimal tonase kendaraan sebesar 30 ton.
 
Di lokasi berbeda, peninjauan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Gampong Beunyoet menunjukkan progres signifikan sebesar 48 persen. Proyek bernilai Rp.250 miliar ini ditargetkan selesai lebih cepat, yakni pada 20 Juni 2026, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.
 
“Sekolah Rakyat ini menjadi harapan besar masyarakat. Tidak semua daerah mendapatkannya, hanya lima kabupaten/kota di Aceh. Dengan penambahan tenaga kerja hingga lebih dari seribu orang, kami optimistis target percepatan bisa tercapai,” ucap Mukhlis.
 
Kunjungan diakhiri dengan peninjauan tanggul darurat di Bendung Irigasi Pante Lhong. Infrastruktur sepanjang 142 meter ini dibangun untuk mengembalikan aliran air ke saluran irigasi guna mendukung kebutuhan pertanian masyarakat.
 
“Pekerjaan tinggal menyisakan sekitar 10 meter. Insya Allah dalam waktu satu minggu ke depan air sudah kembali mengalir ke jaringan irigasi dan sawah petani bisa kembali digarap,” tutur Mukhlis. 
 
Pemerintah Kabupaten Bireuen menegaskan komitmennya untuk terus mengawal seluruh proyek strategis tersebut melalui pengawasan intensif, guna memastikan penyelesaian tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.





Penulis : Amiruddin
Editor: Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas