28 Ags 2024 | Dilihat: 286 Kali
Cegah Hoak Pilkada, Mafindo Aceh Gelar SK bersama Mahasiswa Fisip USK
Mafindo Aceh gelar Sekolah Kebangsaan bersama mahasiswa Fisip USK di aula universitas Syiah Kuala. | (Foto Dok Indojayanews)
IJN - Banda Aceh | Dalam mencegah Hoak pada Pilkada serentak, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Aceh melaksanakan kegiatan Sekolah Kebangsaan (SK) bersama seratusan mahasiswa Fisip USK, Rabu 28 Agustus 2024. Kegiatan SK untuk mengedukasi mahasiswa agar bisa melakukan penghindaran hoaks dan kebal terhadap informasi hoaks.
Harapannya melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mencegah penyebaran informasi palsu atau hoaks menjelang pilkada 2024.
Destika Gilang Lestari selaku Koordinator Wilayah Mafindo Aceh, dalam sambutannya mengatakan bahwa Aceh merupakan daerah yang sangat tinggi penyebaran berita bohong atau Hoaks menyebar secara luas di Media Sosial.
"Belajar dari pemilu yang lalu dimana masih banyak penyebaran hoaks di Aceh, baik hoaks lama yang bersemi kembali, juga hoaks baru seperti adanya mobilisasi dalam pemilu 2024 untuk memilih calon legislatif," kata Koordinator Mafindo Aceh.
Ia menjelaskan bahwa, lansia dan anak muda menjadi salah satu unsur paling banyak terdapat berita bohong di sosial media. Oleh sebab itu Mafindo menyasar kelompok orang muda untuk memberikan edukasi tentang anti hoaks.
“Hari ini kita akan belajar tentang Literasi Digital," ujar Destika Gilang Lestari.
Selanjutnya, Tular nalar, program pelatihan literasi digital yang diinisiasi oleh Mafindo dan di dukung oleh Google.org, serta Love Frankie sebagai mitra pelaksana, berfokus pada penguatan individu untuk menghadapi hoaks.
“Literasi digital ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, termasuk para pemilih pemula, pemuda dan mahasiswa dalam mengidentifikasi dan menyikapi hoaks sehingga melalui literasi digital dan pemikiran kritis, terlebih menjelang pemilihan kepala daerah,” Destika Gilang Lestari.
Sementara itu, Dr. Effendi Hasan M.A Wakil Dekan I FISIP mengucapkan terima kasih kepada Tim Mafindo Aceh yang telah memberikan kesempatan mahasiswa untuk belajar tentang penghindaran hoaks dan juga bagaimana cara melakukan pencegahan penyebaran informasi bohong atau hoaks.
"Menjelang pilkada ini banyak sekali penyebaran hoaks di masyarakat dan juga terjadi black campaign antar tim pendukung, sehingga penting sekali Masyarakat mempunyai pemahaman tentang penghindaran hoaks sehingga tidak terjadi polarisasi di masyarakat," sebut Effendi.
Effendi juga menyampaikan, seharusnya mahasiswa menjadi garda terdepan memberikan pengetahuan kepada masyarakat penting sekali ia mengajak untuk mengenali mana yang informasi hoaks dan mana yang bukan informasi hoaks sehingga tidak terjadi perpecahan di masyarakat.
Dalam pilkada ke depan diharapkan prosesnya berjalan dengan baik, tanpa black campaign, tanpa hoaks dan berjalan dengan damai.
“Acara Sekolah Kebangsaan sangat keren karena kami bisa belajar tentang katagori informasi hoaks, penghindaran hoaks, tentang demokrasi, pemikiran kritis dan bagaimana mengatasi berita hoaks," sebut Maulana salah satu mahasiswa Fisip USK.
"Kedepannya kami mahasiswa dapat memberikan pengetahuan yang kami dapat ke orang lain agar orang lain tidak menjadi korban dari berita hoaks," tutup Maulana.
Penulis : Red