12 Okt 2026 | Dilihat: 30 Kali

Gaji Bupati Bireuen Disalurkan untuk Santuni 200 Anak Yatim

noeh21
Bupati Bireuen, H. Mukhlis memberikan santunan kepada anak yatim dalam rangka perayaan Maulid Nabi di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen. Foto : IJN.
      
IJN - Bireuen | Sebanyak 200 anak yatim dari 17 Kecamatan di Kabupaten Bireuen menerima santunan yang bersumber dari gaji Bupati Bireuen, H. Mukhlis.
 
Penyerahan santunan tersebut berlangsung dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Senin, 12 Oktober 2026. 
 
Santunan itu menjadi salah satu bagian penting dalam peringatan hari jadi Kabupaten Bireuen tahun ini. Di tengah perayaan HUT daerah, kegiatan tersebut menghadirkan kepedulian sosial dengan menyasar anak-anak yatim dari berbagai kecamatan.
 
Prosesi penyerahan santunan berlangsung haru. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa peringatan hari jadi daerah tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga menjadi momentum berbagi dan memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
 
Setelah penyerahan santunan kepada anak yatim kemudian pemberian cinderamata dan penghargaan kepada tokoh kharismatik Bireuen, Tgk. H. Sofyan Mahdi atau Abon Arongan, atas dedikasinya dalam pengembangan nilai-nilai keislaman dan sosial di daerah tersebut.
 
Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Razuardi, M.T., turut menghadiri kegiatan itu bersama unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRK Bireuen, Sekretaris Daerah, para kepala SKPK, alim ulama, pimpinan dayah, tokoh pendiri kabupaten, mantan kepala daerah, serta sejumlah undangan lainnya.
 
Hadir pula Wakil Wali Kota Sabang beserta istri, Kepala Biro Pemerintahan Setda Aceh, Kabintal Kodam Iskandar Muda, Ketua TP-PKK dan Ketua BKMT Kabupaten Bireuen, perwakilan instansi vertikal dan perguruan tinggi, organisasi perempuan dan kepemudaan, insan pers, serta masyarakat.
 
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam pembangunan daerah.
 
Melalui kegiatan tersebut, semangat meneladani akhlak Rasulullah diharapkan tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi juga tercermin dalam kepemimpinan, pelayanan publik, dan perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
 
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas