IJN - Bireuen | Gampong Pulo Siron, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh, mencatat prestasi di tingkat nasional setelah meraih penghargaan Kementerian Agama Republik Indonesia kategori Highest Social & Mustahik Impact dengan skor 93 dari 100.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan program Kampung Zakat dalam menghadirkan dampak sosial dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat, khususnya mustahik, melalui kolaborasi dengan LAZNAS Yayasan Salam Setara Amanah Nusantara.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag. Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen di Gedung Kuliah Bersama UIN Salatiga, Jawa Tengah, Kamis, 17 September 2026.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam membangun program Kampung Zakat di Gampong Pulo Siron.
“Penghargaan ini berkat kerja sama yang solid antara Kementerian Agama Kabupaten Bireuen dengan Badan Amil Zakat Nasional, ditambah dukungan penuh dari LAZNAS Yayasan Salam Setara Amanah Nusantara. Kolaborasi inilah yang menjadi kunci keberhasilan program di Gampong Pulo Siron, mulai dari pemulihan pascabencana hingga terbentuknya aset produktif yang berkelanjutan bagi mustahik,” katanya.
Disebutkan, capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi gampong-gampong lain di Kabupaten Bireuen untuk mengembangkan pengelolaan zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan dan kemandirian masyarakat.
Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T., turut menyampaikan apresiasi atas capaian Gampong Pulo Siron yang mampu membawa nama Bireuen ke tingkat nasional.
“Kami sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas ditetapkannya Gampong Pulo Siron sebagai Kampung Zakat. Ini adalah hasil kerja keras masyarakat, pendampingan yang konsisten, serta proses yang dijalankan sesuai prosedur dan tata kelola yang benar, sehingga layak menjadi contoh bagi gampong-gampong lain di Kabupaten Bireuen,” kata Mukhlis.
Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara tertib, tepat sasaran dan disertai pendampingan berkelanjutan.
Program di Pulo Siron juga memperlihatkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya dapat dilakukan melalui bantuan langsung. Masyarakat yang kehilangan sumber penghidupan dapat didorong untuk kembali memiliki aset produktif sehingga secara bertahap mampu membangun sumber pendapatan baru.
Keberhasilan itu sekaligus menjadi catatan penting bagi pengembangan Kampung Zakat di Bireuen. Kolaborasi antara pemerintah, Kementerian Agama, lembaga pengelola zakat dan masyarakat menjadi fondasi dalam memastikan dana ZIS memberikan manfaat yang lebih panjang bagi mustahik.
Penghargaan Highest Social & Mustahik Impact dengan skor 93 tersebut menjadi pengakuan atas dampak program yang telah berjalan di Pulo Siron sekaligus membuka peluang bagi model pemberdayaan serupa untuk dikembangkan di gampong-gampong lainnya.
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin