05 Nov 2026 | Dilihat: 50 Kali

Haji Uma Minta Polemik Bendera Segera Diselesaikan dan Usut Penembakan Warga Tiro Pidie

noeh21
Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman. Foto. IJN
      
IJN - Banda Aceh | Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, meminta polemik bendera segera diselesaikan secara tuntas agar tidak terus menjadi rutinitas insidental yang berujung pada jatuhnya korban jiwa.
 
Pernyataan tersebut disampaikan Haji Uma menyikapi dugaan insiden penembakantw terhadap masyarakat di Desa Pulo Kenari, Pidie, yang dilaporkan menewaskan dua orang.
 
Menurut Haji Uma, persoalan bendera tidak boleh lagi dibiarkan berlarut-larut. Ia berharap pemerintah pusat dapat membaca gejolak yang berkembang di tengah masyarakat dan menerbitkan kebijakan yang konkret dengan mengedepankan azas otonomi daerah secara terukur dan objektif.
 
"Kita berharap problematika bendera ini segera dapat diselesaikan dengan objektif," ujar Haji Uma. Kamis 5 November 2026.
 
Terkait adanya korban jiwa akibat tembakan senjata api, Haji Uma mendesak agar otoritas militer memeriksa petugas dan SOP yang digunakan dalam membubarkan massa.

Ia mempertanyakan jenis amunisi yang digunakan, apakah peluru tajam atau peluru karet.

Selain itu, Ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dari aparat keamanan dalam menangani massa agar tidak kembali menimbulkan korban jiwa.
 
Di sisi lain, Haji Uma mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi situasi. Masyarakat diminta dapat memilah momentum keagamaan dengan agenda politik seperti bendera, serta tidak latah dan mudah terprovokasi dalam melakukan suatu tindakan.
 
Kemudian, ia juga meminta unsur pemerintahan di tingkat desa untuk menjalankan tanggung jawabnya. Geuchik, Tgk Imum, Mukim, serta Tuha 4 dan aparatur struktur pemerintah desa lainnya diminta memberikan arahan dan bertanggung jawab terhadap kegiatan di desa.





Penulis : Hendria Irawan
Editor: Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas