04 Mei 2026 | Dilihat: 32 Kali

Hardiknas 2026, Bireuen Tegaskan Dukung Lima Kebijakan Perioritas Nasional

noeh21
Teks Foto: Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, MT menjadi Inspektur Upacara memperingati Hardiknas di Kabupaten Bireuen. Foto: IJN/Amiruddin.
      
IJN - Bireuen | Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Bireuen bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini ditegaskan sebagai titik pijak untuk mempercepat perubahan nyata di sektor pendidikan.  
 
Upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Senin, 4 Mei 2026, dipimpin Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, M.T., selaku Inspektur Upacara.
 
 Dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang dibacakan, ditegaskan bahwa pendidikan sejatinya adalah proses memanusiakan manusia, sebuah prinsip yang kembali ditekankan melalui filosofi Ki Hajar Dewantara: asah, asih, dan asuh.
 
Lebih dari sekadar wacana, Pemerintah Kabupaten Bireuen menunjukkan komitmen konkret dengan mendukung lima kebijakan strategis nasional: revitalisasi dan digitalisasi pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, peningkatan mutu pendidikan, serta perluasan akses pendidikan yang merata.
 
Wakil Bupati Razuardi menegaskan, keberhasilan transformasi pendidikan tidak cukup hanya bertumpu pada kebijakan, tetapi harus digerakkan oleh kualitas sumber daya manusia. Ia menyoroti pentingnya pendekatan deep learning yang dibangun di atas fondasi “Tiga M”: mindset (pola pikir maju), mental yang kuat, dan misi yang lurus.
 
“Tanpa Tiga M, kebijakan hanya akan menjadi angka dan formalitas. Pendidikan membutuhkan pelaku yang berkomitmen, bukan sekadar sistem yang tertulis,” tegasnya.
 
Upacara Hardiknas 2026 ini turut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua DPRK Bireuen, Bunda PAUD, Kepala Kantor Kementerian Agama, para pimpinan perguruan tinggi, serta organisasi profesi pendidikan seperti PGRI dan IGI.
 
Melalui peringatan ini, Pemkab Bireuen mengirim pesan kuat: masa depan pendidikan tidak bisa ditunda. Kolaborasi lintas sektor harus diperkuat, guru harus dimuliakan, dan sistem pendidikan harus terus beradaptasi demi melahirkan generasi yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing.
 
Hardiknas tahun ini menjadi penegasan bahwa perubahan pendidikan di Bireuen bukan lagi rencana, melainkan gerakan yang sedang berjalan.
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas