02 Mar 2025 | Dilihat: 238 Kali

Hari kedua Salat Tarawih, Kalapas Calang Beri Tausiah ke Warga Binaan

noeh21
Kepala Lapas Calang, Aceh, Rusli saat memberikan Tausyiah kepada warga binaan. Foto. Ist
      
IJN - Calang | Memasuki hari kedua pelaksanaan shalat tarawih di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Calang, Aceh, Kepala Lapas (Kalapas), Rusli memberikan tausiah kepada seluruh warga binaan dan petugas yang hadir, Sabtu 01 Maret 2025.
 
Dalam tausiahnya, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas III Calang, Rusli menekankan pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama bulan suci Ramadhan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
 
Pelaksanaan shalat tarawih malam kedua ini berlangsung di Mushalla Lapas dengan jumlah jamaah yang dibatasi.
 
Hal ini dikarenakan cuaca yang sedang hujan, sehingga hanya dua orang per kamar hunian yang diperbolehkan mengikuti shalat berjamaah.
 
Untuk memastikan kelancaran ibadah, pengamanan dilakukan secara ketat oleh petugas Lapas dengan dukungan dari Polri dan TNI.
 
Dalam tausiahnya, Rusli menyampaikan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
 
"Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan menahan hawa nafsu, kita belajar mengontrol emosi, memperbanyak ibadah, serta memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT," ucapnya.
 
Ia juga menekankan bahwa kewajiban menjalankan ibadah puasa dan shalat tarawih merupakan perintah Allah SWT yang telah dilaksanakan oleh umat Islam sejak zaman Nabi-nabi terdahulu.
 
Oleh karena itu, warga binaan diharapkan dapat menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk introspeksi dan memperbaiki diri.
 
"Mari kita manfaatkan bulan suci ini untuk memperbanyak ibadah, berdoa, dan memohon ampunan. Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk kembali kepada Allah SWT dengan hati yang bersih," tambahnya.
 
Rusli turut mengapresiasi antusiasme warga binaan dalam menjalankan ibadah selama Ramadhan meskipun dalam keterbatasan.
 
Ia berharap semangat ini dapat terus dijaga dan menjadi kebiasaan baik, tidak hanya selama bulan Ramadhan tetapi juga setelahnya.
 
"Saya melihat semangat warga binaan dalam menjalankan ibadah sangat tinggi. Ini adalah hal yang positif dan harus terus dipertahankan. Ramadhan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, dan saya berharap semua warga binaan dapat mengambil hikmah dari ibadah yang kita jalankan bersama ini," tutupnya.
 
Ia juga menegaskan bahwa pihak Lapas akan terus mendukung kegiatan keagamaan selama Ramadhan dengan memastikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh warga binaan yang ingin beribadah. (Red)