17 Oktober 2020 | Dilihat: 621 Kali
HIMAB Minta Bupati Aceh Besar Hadir Menjawab Kejenuhan Masyarakat
noeh21
Dias Rahmatullah, Ketua Umum HIMAB Aceh Besar
 

IJN - Aceh Besar | Pembongkaran bangunan disekitaran DAS Krueng Aceh yang dilakukan sejak beberapa waktu yang lalu dimulai dari Kecamatan Ingin Jaya, Kuta Baro, Krueng Barona Jaya dan bahkan akan terus berlanjut pada Kecamatan lain.

Sejauh ini banyak masyarakat setempat menginginkan pembongkaran lahan dan bangunan sekitar DAS Krueng Aceh untuk dapat ditunda.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Aceh Besar (HIMAB), Dias Rahmatullah meminta Pemkab Aceh Besar untuk bisa memastikan agar pembongkaran bisa dihentikan untuk sementara waktu.

"Permintaan itu bukan tanpa alasan, mengingat kondisi ekonomi sedang tidak menentu yang di akibatkan oleh pandemi, menjadi acuan utama agar penggusuran lahan dan bangunan ini untuk dapat ditunda hingga pandemi berakhir," kata Dias Rahmatullah. Sabtu 17 Oktober 2020.

Ia mengungkapkan prihatin melihat sebagian lahan dan bangunan DAS Krueng Aceh sudah mulai digusur.

"Meskipun Aceh Besar bebas dari zona merah menuju orange bukan berarti pandemi Covid-19 ini sudah berakhir. Masyarakat butuh sumber pencaharian, apalagi ditengah pandemi, seharusnya masyarakat dibantu oleh Pemkab Aceh Besar, bukan malah digusur," ungkap Dias.

Ia menyebutkan, sejauh ini banyak keluhan dari masyarakat yang terdampak khususnya para peternak yang sudah menjual hewan peliharaan karena tidak disediakannya lahan yang strategis.

Menurut Dias, masyarakat menggunakan lahan dan mendirikan bangunan di sekitaran bantaran DAS Krueng Aceh karena tidak adanya lapangan kerja lain.  Bahkan ia juga menyampaikan, bahwa yang terjadi hari ini adalah hasil dari kelalaian Pemkab Aceh Besar karena belum mampu menciptakan lapangan kerja yang layak dan strategis.

"Kawasan DAS Krueng Aceh memang berpotensi untuk mendongkrak perekonomian. Seharusnya permasalahan ini menjadi bahan instropeksi untuk Pemerintah Aceh Besar perihal lapangan kerja," tegas Dias.

"Bupati Aceh Besar seharusnya hadir untuk menjawab kejenuhan terhadap pembongkaran ini, agar supaya keraguan masyarakat mampu terjawab," demikian tutup Dias.


Penulis : Hendria Irawan
Editor    : Mhd Fahmi
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com