IJN - Bireuen | Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh bekerja sama dengan Universitas Almuslim menggelar kegiatan Dispora Aceh Goes To Campus di Gedung Bekraf Aula MA Jangka Universitas Almuslim, Senin 22 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Aceh memperkuat kapasitas generasi muda melalui pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan, karakter, serta peningkatan partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah.
Wakil Rektor III Universitas Almuslim, Dr. drh. Zulfikar, M.Si., mengapresiasi kepercayaan Dispora Aceh menjadikan Universitas Almuslim sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk membentuk mahasiswa yang siap menghadapi tantangan global.
"Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan generasi pemimpin yang inovatif, tangguh, dan berdaya saing melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mahasiswa juga harus memiliki karakter kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kepedulian sosial," ucap Zulfikar usai membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dengan tema yang relevan terhadap tantangan pembangunan pemuda. Dr. Zulfikar memaparkan peran perguruan tinggi dalam mencetak pemimpin masa depan yang inovatif dan kompetitif.
Selanjutnya, Dr. Rahmi Novalita, M.Pd. mengangkat tema Sinergi Kampus dengan Pemerintah dan Masyarakat. Menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menghasilkan inovasi yang berdampak nyata.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Bireuen, Muhammad Al Muttaqin, S.Pd., M.Pd., memaparkan berbagai kebijakan dan program kepemudaan dalam meningkatkan partisipasi pemuda serta Indeks Pembangunan Pemuda (IPP). Ia mengajak mahasiswa memanfaatkan berbagai program pemerintah sebagai sarana pengembangan diri.
Dari sektor kebencanaan, Fazli, SKM., M.Kes. dari BPBA membawakan materi mengenai peran pemuda dalam mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam membangun masyarakat Aceh yang tangguh menghadapi berbagai risiko bencana.
Sementara itu, Hafiz Adinata Putra, CEO PT Area Group Nusantara, membagikan strategi membangun bisnis bagi generasi muda. Ia mendorong mahasiswa berani memulai usaha sejak dini dengan memanfaatkan teknologi digital, kreativitas, dan peluang pasar yang terus berkembang.
Sebagai pemateri penutup, Bayu Satria, Founder Aceh Youth Action, mengajak mahasiswa menjadi agen perubahan yang aktif menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan bencana dan Indeks Pembangunan Pemuda di Aceh.
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin