26 Sep 2022 | Dilihat: 652 Kali
Kadin Banda Aceh Dukung Penuh Pemerintah Aceh Kendalikan Inflasi
Ketua Kadin Banda Aceh, Muhammad Iqbal. Foto IST
IJN - Banda Aceh | Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Banda Aceh mendukung penuh Pemerintah Aceh dalam mengendalikan Inflasi.
Ketua Kadin Banda Aceh, Muhammad Iqbal, ST mengatakan, tingkat inflasi nasional dan daerah terus meningkat, sehingga berdampak luas dengan diperparah pada meningkatnya harga BBM.
"Salah satu cara pengendalian inflasi adalah dengan menekan laju inflasi dalam rangka menjaga stabilitas harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting di pasar," kata Muhammad Iqbal kepada indojayanews.com, Senin 26 September 2022.
Iqbal menjelaskan, pengendalian inflasi pangan menjadi penting karena memiliki bobot yang cukup besar dari komposisi pengeluaran masyarakat, sehingga pengendalian inflasi akan memberi dampak sosial besar untuk kesejahteraan masyarakat.
"Upaya sinergi antar daerah juga diperlukan untuk mencukupi kelangkaan pangan serta meningkatkan kapasitas produksi sebagai langkah antisipasi gejolak ketahanan pangan," jelasnya.
Menurut Iqbal, pemerintah Aceh juga harus mencermati dampak dari kenaikan BBM dan efektivitas subsidi penyangga sosial, guna menjaga daya beli masyarakat. "Pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional diikuti dengan menguatnya ekonomi daerah harus menjadi fokus perhatian kita semua," ucap Iqbal.
Dia juga menyebut, perlu ada penekanan dalam melibatkan masyarakat menggelorakan semangat gotong-royong untuk mengendalikan inflasi, sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Insya Allah, kami yakin, partisipasi aktif seluruh stakeholder dapat memberikan hasil yang nyata,"sebutnya.
Menindaklanjuti arahan Presiden, adapun beberapa langkah pengendalian inflasi yang dapat ditempuh pemerintah Aceh, menurut Iqbal yakni, memperluas kerja sama antar daerah, khususnya dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan efisiensi rantai pasok barang-barang kebutuhan pokok. Melaksanakan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan tetap terjangkau oleh masyarakat
Sambung Iqbal pemberian subsidi baik berupa insentif ataupun bantuan langsung tunai kepada kelompok tani atau penghasil komoditi unggulan, seperti petani beras lokal, cabai, bawang merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras.
Pemberian insentif seperti subsidi bunga KUR, insentif pajak, hingga mempermudah akses terhadap pinjaman lunak kepada UMKM
"Itulah mungkin beberapa hal yang dapat kita tempuh untuk menghadapi inflasi. Meskipun inflasi tidak dapat dihentikan, tetapi kenaikannya dapat diperlambat dan dikurangi,"tutupnya. (Ril)