IJN - Nagan Raya | Menanggapi terkait persoalan beasiswa yang dijanjikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya yang sampai saat ini belum ada kejelasan membuat lembaga paguyuban mahasiswa di daerah menyoroti hal tersebut.
Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Nagan Raya-Meulaboh (IPELMANAR) Basriadi, meminta pemerintah untuk lebih tranparan, disertai alasan yang jelas secara tertulis dan resmi atas persoalan pencairan beasiswa tersebut.
"Bukan sedikit, Pemkab Nagan Raya telah mengalokasikan anggaran sebesar 2,6 Miliar yang diperuntukan bagi kalangan mahasiswa dan santri Nagan Raya yang menempuh pendidikan di luar daerah maupun Provisi, dengan bangganya digemakan sejak tahun 2020 lalu, namun sudah pertengahan tahun 2021 belum ada kejelasan kapan pencairannya,"kata Basriadi dalam rilisnya diterima INDOJAYANEWS, Jum'at 25 Juni 2021.
Padahal menurut Basriadi, mahasiswa yang mendaftar telah mengikuti tahapan dan dinyatakan lolos seleksi administrasi di kantor Bupati setempat. Bahkan, awal proses pendaftaran Beasiswa terhitung sejak akhir tahun lalu, meski demikian sampai saat ini beasiswa tersebut belum juga diterima.
Baca Juga: Kabar Gembira, Pemkan Nagan Raya Buka Seleksi Calon Penerima Beasiswa
Basri menyebut statment Pemkab Nagan Raya yang dikatakan perhatian dan peduli terhadap dunia pendidikan hanya omong kosong oknum politikus.
"Itu omongan para oknum politikus kotor, janji tapi tak terbukti, seharusnya pemerintah lebih transparan dalam hal ini, pemerintah bisa saja mengeluarkan selembar surat yang dalamnya tercantum alasan kenapa dana beasiswa ini belum bisa cair, apakah karena regulasi atau ada hal lain sehingga terkendala melakukan pencairan,"tegas Basri.
Tambahnya Basri, sudah memasuki bulan Juni, namun belum ada juga tanda-tanda pencairan bagi mereka penerima beasiswa yang terhitung terlambat."Karena saya sebagai Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Nagan Raya-Meulaboh, maka mahasiswa selalu menanyakan perkembangan beasiswa Pemerintah tersebut setiap waktunya di grup,"ungkapnya.
"Mahasiswa lain tanya sama saya, padahal ditengah pandemi yang masih mewabah ini, harusnya beasiswa itu cepat dicairkan. Mengingat masih ada mahasiswa yang membayar biaya kuliah sendiri karena faktor ekonomi keluarganya yang lemah, ditambah lagi kondisis seperti ini, harusnya pemerintah bertanggung jawab,"ungkap Basri.
Ia berharap tim pelaksana beasiswa dapat memberi info kepada mahasiswa terkait beasiswa tersebut, minimal buat edaran kepada mahasiswa agar mahasiswa yang lain bisa paham. Namun, ia mengaku sampai saat ini belum ada tindak lanjut bagi mereka terkait penyaluran beasiswa tersebut.
"Kita berharap tingkatkan kualitas kinerja dari pelaksana beasiswa seperti ini agar tidak terjadi untuk kedepannya dan yang terpenting memberikan informasi ke mahasiswa dan komunikasi yang intens bagi penanggung jawab di daerah,"tutup Basriadi.
Dikonfirmasi INDOJAYANEWS.COM, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Nagan Raya, Baihaqi Husein, S.Ag, MH melalui sambungan WhatsApp, namun tidak terhubung.
Tak sampai disitu, INDOJAYANEWS.COM berusaha memintai konfirmasi ke Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Nagan Raya, Ir H Ardimartha menyebut dalam waktu dekat akan diumumkan.
"Insya Allah dalam waktu dekat ini kita umumkan, menunggu penyelesaian Perbub," demikian kata Ardimartha.
Penulis: Hendria Irawan