08 Mar 2024 | Dilihat: 813 Kali

MaTA Soroti Dugaan Penggelembungan dan Penurunan Suara di Aceh Timur

noeh21
Koodinator MaTA Aceh, Alfian. Foto Dokumen Pribadi
      
IJN - Banda Aceh | Koordinator Masyarakat Tranparansi Anggaran (MaTA) Aceh, Alfian menyoroti dugaan pengelembungan dan penurunan suara pada pemilu tahun 2024 di Aceh Timur, diduga masif terjadi.
 
Sehingga Panwaslih Kabupaten Aceh Timur merekomendasikan Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat untuk segera memperbaiki kembali.
 
"Sangat penting bagi KIP Aceh untuk memastikan rekomendasi Bawaslu wajib dilaksanakan sehingga tidak menjadi pindana pemilu. kemudian kewibawaan lembaga KIP terjaga dari kepercayaan publik,"kata Koordinator MaTA Aceh, Alfian kepada IndoJayaNews.com, Jum'at 8 Maret 2024.
 
Alfian menyebutkan, dalam lampiran surat Bawaslu bernomor, 240/PM.0.0.02/K. AC-10/03/2024 terjadi perbedaan suara hasil pleno tingkat kecamatan jauh berbeda setelah pleno dilevel Kabupaten.
 
"Seperti yang terjadi pada caleq DPR RI, D- Hasil Kecamatan sebanyak 3669 dan kemudian di D-Hasil KABKO-DPR RI sudah 34292 suara. pernyataanya kemudian dari mana suara tersebut diperoleh oleh KIP sehingga terjadi pengelembungan luar biasa besar,"sebutnya.
 
Dijelaskan, praktik kecurangan dengan modus pengelembungan dan penurunan suara kerap terjadi pada pemilu 2024.
 
Praktik tersebut, kata Alfian, tidak hanya diperbaiki akan tetapi mengarah ke pidana pemilu, maka bagi KIP dan Bawaslu dapat menyelesaikan secara pidana juga.
 
"Perbaikan saja tidak cukup dan aturan juga sudah memandtkan untuk jalur pidana,"kata Alfian.
 
Dirinya menyebutkan, penyelesaian atas kucurangan yang berupa pengelembungan dan penurunan suara wajib di tindak lanjuti baik oleh Bawaslu maupun pihak KIP sehingga lembaga penyelenggara tidak mudah disertir oleh pemilik modal sehingga memiliki wibawa dan perlu bersih dari orang-orang yang bermental korupsi.
 
"Penyelenggara KIP saat ini menjadi rujukan, kalau mereka selaku penyelenggara bermental integritas dan bukan difisit moral maka pemilukada kedepan akan lebih baik. tapi kalau kecurangan yang telah terjadi tidak di bersihkan maka menjadi acaman demokrasi terutama masa pemilukada nanti," demikian tutupnya.
 
 
 
 
Penulis : Hendria Irawan
Editor : Afrizal
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas