29 Des 2020 | Dilihat: 532 Kali

Mewakili UIN Ar-Raniry, Musrafiyan Hadiri Diklat PIMNAS 2020

noeh21
      
IJN - Banda Aceh | Musrafiyan mewakili UIN Ar-Raniry Banda Aceh hadir pada kegiatan Pendidikan Pelatihan Kepimpinan Nasional (DIKLAT PIMNAS) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Ditjen Pendis Kemenag RI) di Grand Mercure Harmoni Hotel, Jakarta Pusat yang digelar pada 28-30 Desember 2020.
 
Sebelum berhasil mencapai ke tingkat nasional, peserta diharuskan mengikuti serangkaian pelatihan yang dilaksanakan secara Online melalui aplikasi zoom di rumah masing-masing yang dimulai pada 20-26 Desember 2020 lalu.
 
Dalam melaksanakan kegiatan selama enam hari tersebut, peserta di haruskan mengikuti beberapa agenda seperti, diskusi, karya tulis, refleksi hingga penugasan. Beberapa agenda tersebut dilaksanakan rutin mulai Pukul 07.00-16.00 WIB tiap harinya.
 
Hingga pada akhirnya dengan merujuk pengumuman yang dilampirkan oleh panitia melalui nomor surat B.2978.1/DJ.I/Dt.I.III/ KP.02.3/12/2020, Musrafiyan mendapatkan informasi kelulusan dan berhak mewakili UIN Ar-Raniry Banda Aceh bersama dengan 74 Mahasiswa/i yang masing-masing merupakan delegasi PTKIN dan PTKIS se-Indonesia.
 
"Saya sangat bersyukur atas terpilihnya saya bersama dengan 74 mahasiswa/i PTKIN dan PTKIS se-Indonesia yang mayoritas diantaranya merupakan ketua DEMA di kampus masing-masing,"kata Musrafiyan, di Grand Mercure Hotel, Jakarta Pusat, Senin 28 Desember 2020.
 
Diketahui, Musrafiyan merupakan mahasiswa angkatan 2017 Prodi Hukum Tata Negara, Fakultas Syari'ah dan Hukum, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
 
Musrafiyan telah lama memulai kegemarannya dalam dunia organisasi yaitu tepatnya pada 2017 silam, sehingga membuatnya gemar mengikuti beragam jenis organisasi yang dianggapnya sebagai batu loncatan bagi mahasiswa dalam membangun relasi, ilmu pengetahuan dan pemikiran kritis dalam menghadapi tantangan perubahan sosial kedepan.
 
"Organisasi bagi saya adalah wadah dalam membangun kemampuan organisatoris dan mengembangkan kapasitas diri, sehingga membuat saya sangat menyukai dan mendalami tiap-tiap organisasi yang saya ikuti. Tujuan utamanya satu, yaitu menyadari bahwa tiap-tiap insan khususnya saya mempunyai potensi diri yang harus ditampakkan demi menghadapi tantangan dunia global kedepan,"jelas Musrafiyan.

Mantan Ketua OSIS SMA Negeri 4 Wira Bangsa Meulaboh Kabupaten Aceh Barat ini membuktikan bahwa pada karir keorganisasian nya pernah masuk dalam beberapa kepengurusan organisasi internal kampus, adapun diantaranya wakil Sekjend HMP Hukum Tata Negara Periode 2018-2019, Wakil Ketua Umum Komunitas Peradilan Semua Periode 2018-2019 dan 2020-2021, dan Koordinator Umum Unit Kegiatan Kemahasiswaan Riset dan Publikasi Ilmiah UIN Ar-Raniry Periode 2020.
 
Adapun organisasi eksternal kampus yang pernah dan sedang di ikuti Musrafiyan yakni Ikatan Pelajar Mahasiswa Nagan Raya (IPELMASRA Banda Aceh), dan saat ini sedang mengemban tugas sebagai Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Kuala Pesisir Banda Aceh (IPMKP Banda Aceh), yang merupakan organisasi Kecamatan yang berada di Kabupaten Nagan Raya.

Pada kegiatan yang berlangsung di Jakarta, panitia dari Dirjen Pendis Kemenag RI  bekerjasama dengan UIN Walisongo Semarang sebagai tuan rumah dan akan menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten di bidangnya, sesuai yang terlampir pada jadwal kegiatan, adapun beberapa diantaranya yaitu, Prof. Dr. Mohd. Mahfud, MD, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sekretaris Jendral Kementerian Agama RI, dan Pusdatin Kemendikbud RI.
 
Hingga pada kegiatan akhir nantinya, kegiatan DIKLAT PIMNAS 2020 akan ditutup oleh Menteri Agama RI, Bapak Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut).
 
Musrafiyan menyampaikan bahwa agenda DIKLAT PIMNAS pada tahun ini merupakan kegiatan perdana yang khusus dihadirkan oleh Dirjen Pendis Kemenag RI terhadap Mahasiswa/i PTKIN dan PTKIS Se-Indonesia.
 
"Pelatihan DIKLAT PIMNAS perdana yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama melalui Dirjen Pendis, untuk menciptakan pemimpin yang dapat menguasai pemahaman karakter kepemimpinan yang dibutuhkan dan moderasi beragama yang sedang digalakkan pemerintah demi menghadapi tantangan perubahan sosial dimasa yang akan datang,"tutupnya. (Red)
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas