16 Ags 2026 | Dilihat: 39 Kali

Peserta USG Gratis Didorong Jadi Benteng Keluarga Cegah Narkoba

noeh21
Ketua DPD Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (IKAN) Kabupaten Bireuen, Mukhlis Aminullah, S.E., M.M. mensosialisasikan upaya pencegahan penyalahgunaan Narkotika kepada ibu-ibu yang mengikuti USG gratis. Foto: IJN / Amiruddin.
      
IJN - Bireuen | Kegiatan pemeriksaan Ultrasonografi (USG) gratis bagi ibu hamil di Desa Uteun Gathom, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Sabtu, 15 Agustus 2026, tidak hanya menjadi ruang pelayanan kesehatan. Para peserta juga mendapatkan edukasi tentang pentingnya peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.
 
Edukasi tersebut disampaikan Ketua DPD Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (IKAN) Kabupaten Bireuen, Mukhlis Aminullah, S.E., MM. Ia mengajak para ibu untuk meningkatkan kepekaan terhadap perubahan perilaku anggota keluarga serta mengenali potensi lingkungan yang dapat menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkoba.
 
Menurut Mukhlis, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Keluarga memiliki posisi strategis karena menjadi lingkungan pertama tempat anak tumbuh, mendapat perhatian, sekaligus membentuk karakter.
 
"Ibu adalah benteng utama di dalam rumah tangga. Jika seorang ibu peka dan memahami gejala awal atau potensi bahaya narkoba, kita bisa mencegah barang haram tersebut masuk dan merusak masa depan anak-anak sejak dari garis terdepan, yaitu keluarga," kata Mukhlis.
 
Ia menilai edukasi kepada ibu hamil memiliki nilai strategis karena masa kehamilan merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran keluarga mengenai kesehatan, pengasuhan, dan perlindungan anak.
 
Selain mengenali potensi bahaya narkoba, para ibu juga didorong membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, menciptakan lingkungan keluarga yang nyaman, serta tidak mengabaikan perubahan perilaku yang muncul secara tiba-tiba.
 
Keuchik Gampong Uteun Gathom, Juhari, menyambut baik materi edukasi tersebut. Menurutnya, kegiatan pelayanan kesehatan yang dipadukan dengan penyuluhan sosial memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
 
"Kami sangat mengapresiasi adanya edukasi ini. Para ibu memiliki peran penting dalam mengawasi dan membimbing anak-anak di dalam keluarga. Dengan pengetahuan yang diberikan hari ini, kami berharap para ibu semakin peka terhadap potensi penyalahgunaan narkoba dan dapat menjadi benteng pertama dalam melindungi keluarga," katanya.
 
Juhari berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi menjadi bagian dari pola pengawasan dan ketahanan keluarga sehari-hari.
 
Kegiatan USG gratis tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Gampong Uteun Gathom, Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Bireuen, Purnama Care Foundation, IKAN Bireuen, serta mahasiswa KKN Aceh Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
 
Kolaborasi itu menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat dikembangkan tidak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial yang berpengaruh langsung terhadap kualitas dan masa depan keluarga.
 
Bagi para peserta, pemeriksaan USG menjadi kesempatan untuk memantau kondisi kehamilan. Namun di balik layanan tersebut, terselip pesan yang lebih luas: menjaga masa depan anak bukan hanya dimulai ketika mereka lahir, tetapi juga dengan membangun keluarga yang sehat, peduli, dan mampu melindungi mereka dari ancaman narkoba.
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin