21 Des 2023 | Dilihat: 597 Kali

Pj Gubernur Ajak Keuchik Turunkan Stunting di Aceh

noeh21
Pj. Gubernur Aceh, Achmad Marzuki membuka kegiatan sosialisasi percepatan penurunan stunting kepada kepala desa di seluruh Aceh, yang berlangsung di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh,. | (Foto IJN)
      
IJN - Banda Aceh | Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki mengajak seluruh Keuchik di Aceh untuk terlibat aktif dalam kampanye percepatan penurunan stunting di Aceh sebagai langkah menjaga generasi penerus.
 
Ajakan itu disampaikan Achmad Marzuki saat membuka kegiatan sosialisasi percepatan penurunan stunting kepada para Keuchik dari seluruh lokasi khusus penanganan stunting di Aceh di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh Kamis, 21 Desember 2023.
 
Kegiatan itu telah berlangsung selama beberapa hari dengan diikuti kelompok Keuchik yang berbeda dari sejumlah daerah di Aceh.
 
"Kita harus bisa selesaikan stunting di seluruh Aceh. Kita akan tua dan anak-anak kitalah yang kelak akan membangun negeri ini. Merekalah yang kelak akan mengurus kita, mengurus negeri ini," kata Achmad Marzuki.
 
Achmad Marzuki juga menyampaikan terimakasih atas dedikasi para Keuchik selama ini dalam membangun gampong-gampong yang ada di Aceh. 
 
Selain itu Achmad Marzuki juga berpesan kepada para Keuchik agar membangun komunikasi yang intens dengan pejabat terkait di daerah masing-masing sehingga setiap aspirasi sampai ke Gubernur.

Baca Juga : BKKBN Aceh Optimis Turunkan Stunting
 
Lebih lanjut, Achmad Marzuki meminta para Keuchik menjaga suasana di gampong-gampong tetap kondusif menjelang pelaksanaan pemilu 2024.
 
Sementara itu, Ketua PKK Aceh Ayu Marzuki yang menyampaikan materi pencegahan stunting usai sesi pembukaan, mengingatkan para Keuchik akan bahayanya kekurangan asupan sebagai penyebab stunting pada anak.
 
Ayu menjelaskan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan Indonesia sebagai negara dengan status gizi kurang. Penetapan ini didasarkan pada fakta angka stunting di Indonesia melebihi batas toleransi yang ditetapkan yakni maksimal seperlima (20%) dari jumlah keseluruhan balita.
 
Tingginya angka tersebut kata Ayu telah menjadi perhatian serius pemerintah pusat yang berkomitmen untuk melakukan upaya percepatan penurunan stunting.

Sementara, kepala perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, menyampaikan angka stunting di Tanah Rencong pada 2021 yakni 33,2 persen dan turun dua angka pada 2022. Tingginya jumlah stunting disebabkan perubahan perilaku serta dipengaruhi pola pengasuhan anak.

“Kondisi stunting saat ini, Aceh memang masih sangat tinggi di tahun 2022 Aceh masih 31,2 persen. Untuk tahun ini kita masih menunggu data hasil survei dari pusat,” kata Safrina kepada wartawan..

Menurutnya, tiga daerah yang masih tinggi stunting juga disebabkan kondisi medan menuju perkampungan di daerah itu serta pola hidup warga. Buang Air Besar Sembarang (BABS) disebutkan juga dapat mempengaruhi anak-anak menjadi Stunting.

“Jadi bukan hanya semata-mata faktor gizi tapi juga faktor perubahan perilaku menjadi utama, pengasuhan dalam keluarga termasuk BABS,” jelasnya.

Safrina menjelaskan, BKKBN telah menyusun sejumlah strategi untuk menurunkan angka stunting di Tanah Rencong. Diantaranya mengedukasi orang tua yang memiliki anak lewat program Dahsyat yakni dapur sehat atasi Stunting

 
Penulis : Hendria Irawan
Editor : Afrizal
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas