24 Jul 2026 | Dilihat: 67 Kali
Silaturahmi Menteri ATR/BPN dengan Ulama Aceh Perkuat Sinergi Pembangunan di Bireuen
Kunjungan kerja Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, didampingi Bupati Bireuen, Mukhlis bersilaturrahmi Tgk. H. Nuruzzahri Yahya atau Walet Nu, seorang ulama Pimpinan YPI Ummul Ayman di Kecamatan Samalanga. Foto: IJN / Dok Bag Prokopim.
IJN - Bireuen | Kunjungan kerja Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, S.S., M.Si., ke Kabupaten Bireuen dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan ulama melalui silaturahmi dengan ulama kharismatik Aceh, Tgk. Nuruzzzahri Yahya (Walet Nu) dan Hasanoel Bashry (Abu Mudi), di Samalanga, Kamis, 23 Juli 2024.
Dalam agenda tersebut, Menteri Nusron didampingi Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T. Turut hadir Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Bireuen Anny Setiawati, A.Ptnh., M.M., Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Bireuen Mursyidi, S.H., M.M., Kepala Dinas PUPR Bireuen Ir. Fadhli Amir, S.T., M.T., ASEAN Eng., serta Camat Samalanga.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Berbagai hal dibahas, mulai dari pentingnya menjaga hubungan harmonis antara pemerintah dan ulama hingga dukungan terhadap pembangunan yang berkeadilan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bupati Mukhlis mengatakan, ulama memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan dan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Karena itu, silaturahmi seperti ini dinilai penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung berbagai program pembangunan.
"Hubungan yang baik antara pemerintah dan ulama merupakan modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan," kata Mukhlis.
Ia berharap kunjungan Menteri ATR/BPN ke Kabupaten Bireuen dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam penyelenggaraan tata ruang dan pelayanan pertanahan yang semakin efektif, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Menurut Mukhlis, komunikasi yang terbangun melalui silaturahmi tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus menjaga keharmonisan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat.
Kunjungan kerja Menteri ATR/BPN ke Samalanga pun menjadi simbol eratnya hubungan pemerintah dengan para ulama Aceh dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif, berkeadilan, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin