IJN - Suka Makmue | Kerusuhan terjadi di depan halaman kantor PPK Kecamatan mencekam. Sejumlah massa tidak terima dengan hasil pemilihan calon kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Nagan Raya, karena disinyalir mencoblos dua kali di salah satu TPS.
Massa yang marah itu melempari polisi dengan botol. Aksi yang awalnya berlangsung damai tiba-tiba ricuh. Massa yang marah melempar botol dan barang lainnya ke arah polisi.
Polisi pun harus mengerahkan mobil water canon dan mobil Maung untuk menghalau massa yang mulai anarkis. Massa pun berhasil dipukul mundur.
Baca juga : Buka 156 Formasi CPNS, Pemkab Nagan Raya Minta Masyarakat Tak Percayai Calo
Namun ternyata kericuhan kembali terjadi, bahkan lebih anarkis. Pasukan anti huru-hara dari Satuan Brimob pun diturunkan ke lokasi untuk meredam aksi massa. Petugas terpaksa menembakkan gas air mata.
"Pihak kepolisian Polres Nagan Raya menerjunkan tim negosiator, dalmas awal hingga dalmas akhir,"kata Kapolres Nagan Raya, AKBP Rudi Saeful Hadi yang didampingi oleh Danyon C Pelopor Kompol Usman, SE, MM.
Baca juga : Polda Aceh Gelar Simulasi Sispam Kota Pilkada Serentak
Situasi mencekam ini bukan kejadian sebenarnya. Melainkan rangkaian simulasi sistem pengamanan dalam kota (Sispamkota) menjelang Pilkada 2024. Simulasi ini sebagai pembuktian bahwa Polri siap mengawal Pemilu 2024.
Personel Satuan Brimob Polda Aceh Batalyon C Pelopor bersama dengan personel Polres Nagan Raya melaksanakan Simulasi Sispamkota di Mapolres Nagan Raya dalam rangka menghadapi Pilkada tahun 2024 di Mapolres Nagan Raya.
Baca juga : Sempat Viral Meunasah Jeulingke disiram air got, Pelakunya ODGJ
Dalam kegiatan simulasi Sispamkota tersebut turut hadir Kapolres Nagan Raya AKBP Rudi Saeful Hadi, Dandim 0116 Nagan Raya, Letkol inf. Fairuzzabadi, Sekda Nagan Raya, Ir. Ardhimarta, Komandan Batalyon C Pelopor, Kompol Usman, SE, MM, Danki 3 Batalyon C Pelopor, Iptu Junaidi dan Pasi Ops Batalyon C Pelopor Ipda Ulil Azmi Azwani, SE.
Penulis: Hendria Irawan