16 Okt 2026 | Dilihat: 147 Kali

Tanggul Jebol Lagi, Bupati Bireuen Kerahkan Empat Ekskavator

noeh21
Bupati Bireuen, H. Mukhlis saat meninjau dan membawa 4 unit ekskavator untuk penanggulangan tanggul yang rusak di Desa Pante Karya Kecamatan Puesngan Siblah Krueng. (Foto: Amiruddin IJN).
      
IJN - Bireuen | Banjir yang kembali menerjang Gampong Pante Karya Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, beberapa hari lalu, menyebabkan tanggul sungai yang dibangun pascabanjir akhir 2025 kembali jebol sepanjang sekitar 100 meter dengan kedalaman mencapai dua meter. 
 
Untuk mempercepat penanganan kerusakan dan mengurangi risiko banjir susulan, Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T., Jumat 16 Oktober 2026, mengerahkan empat unit ekskavator pinjam pakai dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ke lokasi tersebut.
 
Bupati turun langsung untuk melepas sekaligus menyerahkan alat berat yang akan digunakan menangani tanggul jebol, menormalisasi aliran sungai, serta mendukung penanganan Bendung Irigasi Mon Seukeu Pulot.
 
Dari lima unit ekskavator bantuan Kemendagri yang dipinjam pakaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen, empat unit dialokasikan untuk Gampong Pante Karya, terdiri atas dua ekskavator long arm dan dua ekskavator standar PC 200.
 
“Hari ini kita mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui Kemendagri. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Kementerian PU, dan Bapak Mendagri atas bantuan lima unit ekskavator ini. Empat unit segera kita kirim ke Pante Karya untuk menangani tanggul dan normalisasi sungai,” kata Mukhlis.
 
Ia memastikan alat berat tersebut segera dioperasikan untuk mempercepat penanganan kerusakan. Pekerjaan akan difokuskan pada pembersihan lumpur endapan dan normalisasi aliran sungai di titik-titik yang membutuhkan penanganan segera.
 
Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, Pemkab Bireuen telah menyiapkan personel lapangan, bahan bakar, kebutuhan operator, hingga pengamanan alat berat. Pengerjaan diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan penanganan di lapangan.
 
Mukhlis menjelaskan, tanggul yang kembali rusak tersebut sebelumnya telah dibangun setelah banjir besar pada akhir 2025. Namun, banjir yang terjadi dua hari sebelum peninjauan kembali menggerus struktur tanggul hingga mengalami kerusakan cukup parah.
 
“Tanggul ini waktu banjir akhir 2025 sudah kita bangun dengan baik dan selesai. Namun, dua hari lalu terjadi banjir lagi sehingga tergerus sepanjang kurang lebih 100 meter dengan kedalaman dua meter,” jelasnya.
 
Kerusakan berulang tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena tanggul dan kondisi aliran sungai berperan penting dalam mengurangi risiko banjir serta melindungi permukiman dan lahan pertanian masyarakat.
 
Selain mempercepat penanganan fisik, Mukhlis juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sungai. Ia menyoroti aktivitas pengambilan batu-batu besar atau batu gajah dari aliran sungai yang dinilai dapat mengganggu fungsi alami sungai dalam meredam derasnya arus ketika banjir.
 
“Fungsi batu tersebut sebagai peredam energi. Ketika banjir, batu-batu itu membantu meredam derasnya arus air. Jangan sampai kita mengatasi masalah, tetapi justru menimbulkan masalah baru,” katanya.
 
Ia meminta camat dan keuchik memperhatikan kerusakan lingkungan serta bertindak tegas terhadap aktivitas penambangan batu gajah di aliran sungai.
 
“Saya minta Pak Camat memperhatikan kerusakan lingkungan dan tidak sembarangan mengeluarkan izin. Pak Keuchik juga harus melarang penambangan batu gajah di dalam sungai karena itu sangat penting untuk mengendalikan kondisi banjir,” tegasnya.
 
Sementara itu, Keuchik Gampong Pante Karya, Hasdairin, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Pemkab Bireuen atas perhatian serta respons terhadap kerusakan infrastruktur di wilayahnya.
 
Ia mengatakan masyarakat sempat diliputi kecemasan menyusul jebolnya tanggul sungai, belum tuntasnya penanganan jaringan irigasi, serta kondisi jalan yang mengalami kerusakan parah.
 
Kehadiran bupati dan kepastian pengerahan empat unit ekskavator menjadi harapan baru bagi warga agar penanganan kerusakan dapat segera dipercepat. Masyarakat berharap normalisasi sungai dan perbaikan tanggul mampu mengurangi risiko banjir susulan sekaligus mendukung pemulihan infrastruktur yang terdampak.
 
Pemkab Bireuen berharap pengerahan alat berat tersebut dapat mempercepat penanganan titik-titik kritis di Pante Karya, memulihkan fungsi sungai dan jaringan pengendali banjir, serta meningkatkan keamanan masyarakat menghadapi potensi banjir berikutnya.
 
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas