09 Apr 2021 | Dilihat: 823 Kali

Terkait Dugaan Keracunan Gas PT Medco, PC HIMMAH Aceh Timur: Lebih Baik Medco Segera Tangani Warga yang Keracunan

noeh21
Ketua PC HIMMAH Aceh Timur, M. Ridwan, S. Pd.I
      
IJN - Aceh Timur | Perusahaan Migas PT Medco E&P Malaka diminta bertanggungjawab atas peristiwa dugaan keracunan yang dialami belasan warga di Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur.

Hal itu disampaikan secara tegas oleh Ketua Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PC HIMMAH) Aceh Timur, M. Ridwan, S. Pd.I kepada Indojayanews.com, Jumat 9 April 2021 malam, yang menanggapi peristiwa jatuhnya korban akibat aroma bau busuk, dan menyengat yang diduga berasal dari aktivitas PT Medco E&P Malaka.

 Baca Juga: Diduga Keracunan Gas PT Medco, Puluhan Warga Dilarikan ke Puskesmas

"Medco harus bertanggung jawab menyangkut keselamatan Warga lingkar tambang, apalagi beberapa hari lagi menyambut bulan suci Ramadhan tentu warga jangan sempat terganggu menunaikan ibadah puasa," ujar Ridwan.

Menurut informasi yang diterima, sejak pukul 10.00 Wib, UPTD Puskesmas Keude Geurobak, Banda Alam terus menerima pasien keracunan kebocoran sumur gas PT Medco tersebut.

LMND: Medco Jangan Nikmati Hasil aja Tapi Bertanggung Atas Peristiwa Keracunan Masal

Sebelumnya diberitakan, Puluhan warga Gampong Panton Rayeuk D, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur diduga mengalami yang diduga keracunan akibat kebocoran gas dari proses pencucian sumur gas milik PT Medco E&P Malaka yang berlokasi di Gampong Alue Siwah, Kecamatan Indra Makmu, Jumat, 9 April 2021.

Banta: PT Medco Terancam Dipidanakan Jika Terbukti Lalai

Dari pantauan awak media di Puskesmas telah merujuk lima Pasien ke Rumah Sakit di Idi Rayeuk. Dua diantaranya ke RS Graha Bunda yaitu Raliah (58) dan Mariana (36) dirujuk akibat mengalami muntah darah, sesak dan pusing. Sementara 40 pasien lainnya masih dalam perawatan puskesmas, dan masih ada kemungkinan untuk di rujuk.


Penulis : Mhd Fahmi
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas